Selasa 03 Desember 2019, 18:36 WIB

Lewat Sobat Ambyar, Jokowi ingin Nilai Pancasila Tersampaikan

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Lewat Sobat Ambyar, Jokowi ingin Nilai Pancasila Tersampaikan

Antara/Pupsa Perwitasari
Presidential Lecture soal internalisasi nilai-nilai pancasila

 

PRESIDEN Joko Widodo ingin menitipkan pembumian nilai-nilai Pancasila kepada para "sobat ambyar” atau penyuka lagu-lagu campursari Jawa yang dinyanyikan oleh Didi Prasetyo atau Didi Kempot.

Presiden menginginkan, jajarannya melihat apa yang disukai oleh anak muda untuk penyebaran ideologi Pancasila.

“Kita nebeng Didi Kempot, titip sama sad boys dan sad girls tidak apa-apa, titip ke 'sobat ambyar' tidak apa-apa, titipkan satu lirik di 'Pamer Bojo' tidak apa-apa, ini media-media yang disukai anak muda kita, lewat musik," kata Jokowi di acara Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara Jakarta, Selasa (3/12).

Jokowi mengingatkan betapa pentingnya peran perkembangan teknologi dalam mengajarkan nilai-nilai Pancasila bagi masyarakat. Ia menginginkan penyebaran ideologi Pancasila kepada target utama anak-anak muda Indonesia yang jumlahnya mencapai 129 juta orang.

Baca juga : Waspadai juga Radikalisme Pasar

Untuk itu, kata dia, pemerintah dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) harus mengerti media komunikasi apa yang disukai oleh anak muda.

“Coba lihat lebih dalam lagi tokoh atau influencer yang mereka ikuti siapa? Hati-hati di sini, zaman sudah berubah," kata Jokowi.

Menurutnya, dengan cara itu, pesan yang disampaikan lebih mudah diserap khususnya ke generasi muda. Jokowi mengatakan Pancasila harus disebarkan melalui sejumlah saluran ini apabila pemerintah tidak ingin anak-anak muda keduluan ideologi yang lain.

"Kita banjiri narasi-narasi besarnya lewat barang-barang ini, kalau tidak, kita akan keduluan ideologi lain yang menggunakan barang-barang yang tadi saya sebut," kata Jokowi. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More