Selasa 03 Desember 2019, 18:26 WIB

Menkeu Soroti Penyelundupan Onderdil Harley di Pesawat Garuda

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Menkeu Soroti Penyelundupan Onderdil Harley di Pesawat Garuda

Antara
Ilustrasi: Motor Harley Davidson

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani buka suara terkait aksi penyelundupan onderdil motor Harley Davidson yang menggunakan Pesawat Garuda A330-900 Neo. Pesawat itu terbang dari Perancis dan tiba hanggar Garuda Maintenance Facility (GMF) di Bandara Soekarno-Hatta pada 17 November 2019.   

Menurutnya, modus penyelundupan kerap dilakukan dengan berbagai cara meski pemerintah telah memperketat sejumlah peraturan untuk mencegah terjadinya aksi tersebut.

Baca juga: Garuda Indonesia dan Direksi Didenda Masing-Masing Rp100 Juta

Untuk semakin mempersempit gerak penyelundup, kata Sri Mulyani, pemerintah melakukan kerja sama dengan otoritas negara lain. Misalnya saja seperti Singapura yang sudah bekerja sama dengan Bea dan Cukai Indonesia untuk menekan angka penyelundupan.

"Data yang keluar dari Singapura dan masuk ke kita menjadi lebih konsisten ini penting untuk valuasi ekspor-impor, namun juga itu akan makin menekan ruang untuk terjadinya penyelundupan," kata Sri Mulyani usai menghadiri peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (3/12).

Ia menambahkan, pihaknya kerap mendengar keluhan dari para pelaku usaha soal kemudahan berusaha di Indonesia. Dalam menanggapi keluhan itu, imbuh Sri Mulyani, pemerintah berbenah diri dan mengevaluasi kebijakan yang kerap dikeluhkan tersebut.

Namun, keluarnya kebijakan yang memudahkan pelaku usaha justru dijadikan momentum oleh sejumlah oknum untuk menyelundupkan barang-barang.

"Begitu kita buat kemudahan ada saja yang menjadi penumpang gelap-nya menggunakan kemudahan itu untuk hal-hal lain penyelundupan. Dilema seperti ini selalu kita hadapi terus-menerus," terangnya.

Beredar kabar bahwa saat penyelundupan itu berlangsung Dirut Garuda beserta beberapa anggota direksi seperti direktur teknik ada di dalam pesawat.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan membenarkan ada direksi di dalam pesawat tersebut. Namun, ia tidak memerinci jumlah direksi serta siapa saja yang ikut ketika aksi penyelundupan tersebut berlangsung.

"Di sini saya sampaikan bahwa ada sparepart yang dibawa karyawan. Dari barang yang dibawa ini, karyawan sudah melakukan safe declare ke Bea dan Cukai," kata Ikhsan di komplek Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (3/12). (Mir/Van/A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More