Selasa 03 Desember 2019, 15:40 WIB

Semburan Air Asin Gegerkan Warga Bekasi

Gana Buana | Megapolitan
Semburan Air Asin Gegerkan Warga Bekasi

antara
ilustrasi

 

PANCURAN air asin setinggi 10 meter menyembur di Desa Cianta, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Semburan tersebut muncul ketika warga sekitar menggali tanah untuk memasang pipa.

“Warga sempat geger karena ini,” ungkap seorang warga sekitar Jamali, Selasa (3/12).

Jamali menuturkan, awalnya warga sekitar berniat menggali untuk membuat sumur. Namun, saat memasang pipa yang keluar jutru air asin.

“Saat ngegali ke dasar tanah sih tidak ada semburan. Tapi ketika mau memasang sambungan pipa, tiba-tiba saja semburan air itu keluar dan kencang sekali,” tutur dia.

Di lokasi semburan, kata dia, ada dua lubang sumber air. Lubang pertama setinggi 1 meter dan lubang kedua setinggi 3 meter. Pada lubang pertama, air sangat deras menyembur. Namun pada lubang kedua air menyembur setiap 10-15 detik.

Warga sekitar sengaja mengabadikan kejadian tersebut dan membagikan ke media sosial. Tujuannya, agar pemerintah daerah bisa segera melakukan penangnan.

Petugas Kepolisian Resort Metropolitan Kabupaten Bekasi sendiri telah memastikan semburan air tidak membahayakan warga sekitar. Hanya saja, saat ini pihaknya belum dapat mengungkap penyebab terjadinya semburan yang tak henti-henti itu.

Kasubbag Humas Polres Metro Kabupaten Bekasi, AKP Sunardi mengatakan, semburan air asin tersebut berasar dari pengeboran sumur air satelit yang dipergunakan untuk air wudhu jamaah pada tempat ibadah umat muslim. Pengerjaan itu dilakukan oleh CV. Barat Jaya berdasarkan SPMK No : 602.1/280 SPP/- Air- PL-ABT/DPUR/2019 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi.

“Petugas sudah memeriksa, sementara ini belum membahayakan warga,” kata dia.

Sunardi mengatakan, pengeboran sumur dilakukan sedalam 120 meter. Sebetulnya pengerjaan sudah selesai dan akan dilanjutkan dengan pemasangan pipa dan pompa.

Pada saat pompa air dinyalakan, lanjut Sunardi, tiba-tiba mesin pompa air mati, kemudian dilakukan pengecekan secara manual dari atas dengan membuka lubang sumur.

"Ketika dicek oleh lima pekerja dari CV. Barat Jaya, air kemudian meluap keluar lubang sumur air dan menyembur ke atas dengan ketinggian 10 meter,” tandas dia.

Hingga berita ini diturunkan, semburan air tersebut masih ada. Warga sekitar menutup sekitar lokasi semburan air dengan pagar terbuat dari plastik. (OL-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More