Selasa 03 Desember 2019, 14:54 WIB

Misteri Kematian Hakim, Polda Sumut Periksa 18 Saksi

Yoseph Pencawan | Politik dan Hukum
Misteri Kematian Hakim, Polda Sumut Periksa 18 Saksi

Antara
Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto

 

SEBANYAK 18 saksi masih diperiksa Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Utara (Sumut) terkait misteri kematian hakin Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin.

"Orang-orang yang diperiksa merupakan rekan-rekan korban di PN Medan, tetangga dekat rumah korban dan orang-orang yang berada di lokasi tempatpenemuan jasad korban," kata Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto, Selasa (3/12).

Selain meminta keterangan dari para saksi, lanjut Kapolda, upaya pengusutan juga dilakukan dengan memeriksa kamera tersembunyi (CCTV) yang terpasang di PN Medan dan rumah korban.

Untuk sementara polisi menduga kuat Jamaluddin, 55, yang juga menjabat sebagai Humas PN Medan, meninggal dunia akibat tindakan pembunuhan. Polisi juga meyakini pelaku atau dalang dari pembunuhan ini adalah orang dekat korban.

Jamaluddin ditemukan tewas di perkebunan sawit milik warga Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, Jumat (29/11). Saat ditemukan, jasadnya dalam keadaan terlentang di bangku nomor dua di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD.

Posisinya miring dengan wajah mengarah ke bagian depan dan pada leher korban terdapat luka bekas jeratan. Kasus ini kemudian ditangani Satreskrim Polrestabes Medan.

Ketua Pengadilan Negeri Medan Sutio Jumagi Akhirno memastikan Jamaluddin tidak sedang menangani perkara-perkara tertentu yang menjadi perhatian. Apakah itu perkara berat maupun ringan.

Meski memang, korban yang tinggal di Perumahan Royal Monaco, Blok B, Nomor 22, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, itu telah menangani banyak perkara, baik pidana, perdata, niaga serta perkara hubungan industrial.(OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More