Selasa 03 Desember 2019, 14:37 WIB

Indonesia Bagian Timur Jadi Fokus Balancing Harga Avtur

Hilda Julaika | Ekonomi
Indonesia Bagian Timur Jadi Fokus Balancing Harga Avtur

MI/Dwi Apriani
General Manager Pertamina MOR II Sumbagsel Primarini menyaksikan proses refuelling avtur ke pesawat Saudi Arabia Boeing 747

 

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi menyinggung mengenai tingginya harga avtur untuk Indonesia Bagian Timur. Menurut Budi, kawasan bagian Timur Indonesia ini mendapatkan distribusi avtur yang sedikit dan merupakan wilayah yang jauh sehingga terpapar harga avtur yang sangat tinggi.

Pihaknya akan menjadikan wilayah Timur Indonesia sebagai agenda prioritas penyeimbangan harga avtur.

"Indonesia bagian Timur ini sudah sedikit (distribusi avturnya), tempatnya jauh, harga avturnya mahal. Jadi berlipat-lipat, terjadilah sesuatu berupa tarif yang tinggi. Kita akan utamakan Indonesia bagian timur itu dari balancing harga," ujar Menhub Budi, Selasa (3/12).

Harga avtur ini pun dalam pandangan Budi sangat dipengaruhi oleh harga crude oil yang relatif mahal. Sehingga perlu adanya intervensi dan evaluasi mengenai penerapan harga crude oil.

Budi bahkan meminta kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menurunkan harga PPN avtur atau bahkan menghilangkannya untuk Indonesia bagian timur. Dengan harapan bisa berimplikasi pada harga avtur yang murah.

"Nah kepada ibu Menteri Keuangan kita memang minta kalau bisa PPN avtur di Indonesia bagian timur itu lebih murah. Sukur-sukur kalo hilang, sehingga harga avturnya murah dan operator ini tetap bisa berjalan dengan yang lebih murah," ujarnya.

Baca juga: Soal Operator Avtur, Luhut: Monopoli itu Nggak Bagus

Budi pun menjelaskan perihal pembenahan industri aviasi Indonesia. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM untuk memperbaiki industri angkutan udara. Sehingga industri ini bisa memberikan keuntungan sekaligus melayani masyarakat dengan harga serta tarif transportasi yang terjangkau.

"Artinya mereka hadir untuk untung, tidak rugi. Tetapi mereka ini pun bisa melayani dengan harga dan tarif-tarif yang terjangkau. Ada range-lah, ada yg memang bisnis, ada yg untuk masyarakat. Oleh karenanya kita mulai dengan avtur. Avtur ini 40% dari komponen," tegasnya.

Meskipun Budi mengakui tidak bisa melakukan penekanan terhadap harga tiket pesawat secara langsung. hal ini merupakan kewenangan perusahaan yang sifatnya business to business. Namun, pihaknya akan terus berupaya agar melalui harga avtur yang turun diharapkan berdampak pada penurunan tiket.

"Kan kalau namanya tiket itu business to business, saya tidak bisa melakukan penekanan terhadap mereka. Tetapi yang bisa saya lakukan dengan avtur turun, dengan efesiensi yang dilakukan harapannya ada tiket yang lebih murah. Itu aja," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More