Selasa 03 Desember 2019, 14:11 WIB

Soal Operator Avtur, Luhut: Monopoli itu Nggak Bagus

Hilda Julaika | Ekonomi
Soal Operator Avtur, Luhut: Monopoli itu Nggak Bagus

MI/Ramdani
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan

 

MENTERI Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut monopoli Pertamina dalam penyediaan avtur dinilai tidak sehat untuk industri maupun masyarakat Indonesia. Ia pun mempertanyakan perihal mahalnya harga avtur di Indonesia dibandingkan dengan negara lain. Menurutnya, perlu adanya penyeimbang lewat penambahan operator avtur.

"Ya nanti kita lihat, minimal dua lah (operatornya) jangan satu. Di mana-mana pun monopoli nggak bagus," ujar Luhut pada awak media di sela-sela Rapat Kerja (Raker) Kementerian Peehubungan, Selasa (3/12).

Luhut menyebut banyak operator avtur selain Pertamina yang bersedia menjadi pemasok bahan bakar untuk penerbangan. Mengenai pemilihan operator avtur lainnya akan diseleksi sesuai mekanisme Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Mekanisme tersebut akan melihat pada standar yang ditetapkan Kemenhub dan Kemenko Kemaritiman dan Investasi.

"Orang rebutan pengen itu (operator pemasok avtur). Banyak yang mau, nanti tinggal Kementerian Perhubungan dengan seleksi nanti mana yang memenuhi standar kita juga," tuturnya.

Baca juga: Menhub Cari Pemasok Avtur, Pertamina: Jangan Hanya di Rute Gemuk

Luhut pun menegaskan pentingnya penerapan efisiensi. Menurutnya, harus terjalin sebuah sistem yang bisa melakukan efisiensi mulai dari harga hingga pemasokan avtur. Pihaknya mengklaim akan melakukan pendalaman perihal ini.

"Nanti kita akan rapat jam 4. Semua harus efisiensi. Cost-kan ujungnya efisiensi. Kenapa orang lain bisa lebih murah dari kita? Pasti ada yang salah. Sekarang oleh perhubungan akan kami perbaiki," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More