Selasa 03 Desember 2019, 13:29 WIB

Polisi Masih Dalami Keterangan Saksi Ledakan Monas

Ferdian Ananda Majni | Megapolitan
Polisi Masih Dalami Keterangan Saksi Ledakan Monas

ANTARA/Nova Wahyudi
Anggota Labfor Mabes Polri mengumpulkan barang bukti di TKP ledakan di kawasan Monas, Jakarta.

 

KABID Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya mengumpulkan dan mendalami keterangan-keterangan saksi yang mengalami serta melihat ledakan granat asap yang mengakibatkan dua anggota TNI terluka di Kawasan Monas.

"Tim sudah bergerak, Tim Jihandak, Labfor, dan Inafis telah melakukan olah TKP dan police line sudah dibuka," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (3/12).

Menurutnya Yusri, keterangan dari saksi-saksi itu belum bisa disampaikan. Sebab, polisi masih melakukan penyelidikan. Namun, ia memastikan keterangan saksi korban sangat berperan dalam kasus ledakan tersebut.

"Kita butuh keterangan dari korban. Dari lokasi hanya olah TKP, serpihan, dan barang bukti yang dikumpulkan. Tidak ada yang lain diamankan," sebutnya.

Baca juga: Korban Ledakan Monas Masih Dirawat Intensif di RSPAD

Ia juga meminta masyarakat untuk bisa segera beraktivitas. Apalagi kawasan Monas dipastikan telah steril dan kondusif.

"Kita minta masyarakat bisa tenang dan lakukan aktivitas biasa di Monas," terangnya

Yusri mengimbau masyarakat tidak panik dan tenang dengan kejadian tersebut. Oleh karena itu, pengamanan dari kepolisian di kawasan Monas juga telah dibubarkan.

"Jangan risau, polisi line sudah dilepas dan silakan beraktivitas seperti biasa," pungkas Yusri.

Sebelumnya, dua anggota Garnisun Satker Pemakaman atas nama Serma Fajar dan Kopka Gunawan terluka ketika sedang melaksanakan olahraga bersama personel Garnisun lainnya.

Saat itu, kedua personel tersebut menemukan bungkusan plastik yang di dalamnya ada satu buah granat, kemudian diambil, dan meledak. Akibat ledakan itu kedua korban mengalami luka berat.

Kdua korban dilarikan ke Rumah Sakit Gatot Subroto ruang unit gawat darurat (UGD) untuk pemeriksaan lebih lanjut. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More