Selasa 03 Desember 2019, 13:18 WIB

Meksiko Buru Kartel Narkoba setelah Baku Tembak Tewaskan 22 Orang

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Meksiko Buru Kartel Narkoba setelah Baku Tembak Tewaskan 22 Orang

AFP/Julio Cesar Aguilar
Aparat keamanan bersiaga dan tampak kendaraan terbakar akibat serangan kelompok kartel narkoba ke Villa Union, Coahuila, Meksiko.

 

PASUKAN Meksiko, Senin (2/12) waktu setempat, memburu komando kartel narkoba pascabaku tembak berdarah di sebuah kota dekat perbatasan Amerika Serikat.

Baku tembak terbaru menewaskan enam warga setempat dan 16 pria bersenjata. Insiden tersebut telah mempermalukan pemerintahan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador.

Setidaknya 60 pria bersenjata meneror kota kecil Villa Union di wilayah utara  Meksiko pada akhir pekan. Mereka menembaki puluhan rumah sebelum menyerang balai kota, membawa tujuh sandera di sepanjang jalan, termasuk lima anak di bawah umur.

Para pejabat menanggapi dengan mengerahkan tentara, pasukan Garda Nasional dan polisi negara bagian dan lokal, memicu serangkaian baku tembak Sabtu (30/11) dan Minggu (1/12) yang menewaskan 22 orang.

Tidak hanya itu, dua pegawai kota yang diculik, empat polisi negara bagian, dan 16 pria bersenjata tewas. Demikian laporan pihak berwenang di Negara Bagian Coahuila, tempat Villa Union berada.

Para saksi mata mengatakan orang-orang bersenjata itu mengenakan lencana Northeast Cartel, sebuah kelompok yang memisahkan diri dari Zetas yang sangat kejam.

Zetas adalah sebuah kartel narkoba yang didirikan oleh pasukan komando yang korup di Negara Bagian Tamaulipas pada 2010.

Pihak berwenang menangkap dua pria bersenjata.Gubernur Negara Bagian Coahuila, Miguel Angel Riquelm, mengatakan kepada penyelidik bahwa tujuan kartel menyerang Villa Union untuk mengintimidasi pemerintah negara bagian.

Riquelme memuji keberanian kelompok beranggotakan 15 polisi yang menanggapi serangan awal. Ia menilai para polisi  berhasil mengatasi para pria bersenjata meskipun jumlah mereka jauh lebih sedikit.

"Dalam satu setengah jam, para penjahat sudah dikepung," ujarnya kepada jaringan radio Formula.

"Pasukan keamanan dikerahkan di darat dan di udara di seluruh wilayah, untuk memastikan serangan pengecut ini tidak dibiarkan begitu saja," demikian pernyataan Badan Tanggap Darurat Negara Bagian Coahuila.

Serangan itu adalah penyergapan yang terbaru dalam serangkaian mengatasi masalah keamanan bagi pemerintah Presiden Lopez Obrador sejak pemimpin sayap kiri itu berkuasa setahun yang lalu. Ia menjanjikan perubahan strategi terhadap kartel narkoba yang kuat di Meksiko.

Baku tembak itu terjadi setelah Presiden Lopez Obrador memperingatkan dia tidak akan mengizinkan Amerika Serikat  (AS) melakukan operasi bersenjata lintas perbatasan terhadap kartel narkoba di negaranya

Presiden Donald Trump telah berbicara keras tentang kartel sejak seseorang diduga bertanggung jawab atas pembantaian sembilan wanita dan anak-anak dari komunitas Mormon AS-Meksiko di Meksiko utara pada 4 November.

Trump mengatakan pekan lalu ia berencana untuk menetapka geng narkoba Meksiko sebagai organisasi teroris. (AFP/Hym/OL-09)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More