Selasa 03 Desember 2019, 10:24 WIB

Delapan Universitas Bangun Konsorsium Kebencanaan

Agus Utantoro | Nusantara
Delapan Universitas Bangun Konsorsium Kebencanaan

MI/Agus Utantoro
Delapan universitas akan membangun konsorsium kebencanaan yang diwujudkan dalam Building in Leading Disaster Reselience (BUILD).

 

DELAPAN perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki kapasitas penanganan kebencanaan menggelar pertemuan selama dua hari di Universitas Islam Indonesia, Senin-Selasa (2-3/12/2019). Dalam pertemuan bertajuk Kickoff Meeting Erasmus+ ini akan membangun konsorsium kebencanaan yang diwujudkan dalam Building in Leading Disaster Reselience (BUILD).

"Nantinya Build akan berjalan tiga tahun ke depan, 2019-2022 dengan dana sekitar 1 juta Euro dari Erasmus +, lembaga yang didukung Uni Eropa," kata Wakil Rektor Universitas Islam Indonesia, Wiryono Raharjo, Selasa (3/12/2019).

Wakil Rektor Kemitraan dan Kewirausahaan, Universitas Islam Indonesia  (UII) itu mengatakan konsorsium ini perlu dibentuk karena Indonesia memiliki kerentanan terhadap bencana yang tinggi dengan karakter kebencanaan di setiap daerahnya yang berbeda-beda.

Menurut dia, tujuan konsorsium itu untuk menguatkan jaringan antaruniversitas dan saling berbagi pengalaman serta pengetahuan mengenai kebencanaan.

"Penguatan kapasitas universitas dalam tim kerja untuk menangani kebencanaan," ujarnya

Kedelapan universitas itu tersebar di berbagai wilayah Indonesia ini adalah Universitas Andalas di Sumatera, Lambung Mangkurat di Kalimantan, Universitas Khairun di Maluku, Universitas Muhammadiyah Palu, President University, Universitas Ahmad Dahlan, UII, Universitas Surabaya, dan nanti akan didampingi oleh University of Gloucestershire Inggris dan Universitas Kopenhagen Denmark.

Sementara Nadine Sulkowski dari University of Gloucestershire Inggris mengatakan  melalui Build ini tidak hanya menyelenggarakan kegiatan penanganan bencana, tetapi juga melaku penelitian kebencanaan dan pendidikan tanggap bencana. Sehingga, universitas akan memiliki kapasitas dalam menangani kebencanaan dengan kependidikan.

"Di antaranya dengan mengintegrasikan kurikulum pendidikan dengan penanganan kebencanaan. Sehingga menumbuhkan kesadaran akan adanya bencana," ujarnya.

Selain itu, melalui konsorsium Build, Nadine menyebut akan bisa saling berbagi informasi terkait kebencanaan.

baca juga: Bupati Aceh Selatan Tutup Usia di Singapura

"Bagaimana informasi itu bisa dibagi dengan cepat antaruniversitas sehingga bisa memberikan masukan ke pemerintah," tuturnya.

Ia menambahkan sejumlah universitas luar negeri yang mendampingi universitas dalam negeri merupakan universitas yang sudah berpengalaman menangani kebencanaan di berbagai belahan bumi. Universitas luar negeri ini akan berbagi pengalaman dalam menangani kebencanaan yang beraneka ragam. (OL-3)

 

Baca Juga

 MI/PIUS ERLANGGA

Digitalisasi Penyiaran Merangkul kembali Wilayah 3T

👤 (RO/N-3) 🕔Rabu 25 November 2020, 01:00 WIB
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat memperingatkan di era globalisasi ada indikasi lunturnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah...
anggoro

Ramai-Ramai Menolak Rizieq

👤Yoseph Pencawan 🕔Rabu 25 November 2020, 00:55 WIB
RIZIEQ Shihab sepertinya harus berpikir matang untuk meninggalkan Jakarta dalam beberapa hari...
Dok. Pemprov DKI Jakarta

Positif Covid-10 Magetan Tembus Melebihi 600 Orang

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 23:25 WIB
Jumlah warga Kabupaten Magetan terkonfirmasi positif Covid-19 menembus angka 600 orang lebih setelah ada tambahan tiga pasien baru pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya