Selasa 03 Desember 2019, 10:50 WIB

Tol di Riau Beroperasi Maret 2020

Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Tol di Riau Beroperasi Maret 2020

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Foto udara progres pembangunan ruas awal tol Sumbar-Riau, di Jl Bypass KM 25, Kab. Padangpariaman, Sumatera Barat.

 

TOL ruas Pekanbaru-Dumai, Riau, sepanjang 131 kilometer (km) siap beroperasi penuh pada Maret 2020. Di sekitar tol dibangun enam pelintas-an gajah karena daerah tersebut merupakan wilayah jelajah gajah.

"Panjang seluruh ruas tol Pekan-baru-Dumai terbagi menjadi enam seksi, dengan progres pembangunan konstruksi rata-rata mencapai 77%. Seksi 1 sepanjang 9,5 km insya Allah bisa selesai akhir 2019 ini," kata Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (persero) Muhammad Fauzan, kemarin.

Menurutnya, saat ini seksi 2, 3, dan 4 masih dalam tahap penyelesaian pembebasan lahan. Pembe-basan lahan seksi 5 dan 6 telah selesai sehingga pembangunan konstruksi dapat dikebut.

Enam pelintasan gajah yang di-bangun PT Hutama Karya berada di seksi 4, yaitu wilayah Kandis Utara dan Duri Selatan.

Fauzan menjelaskan Riau memiliki populasi gajah sumatra yang merupakan satwa dilindungi dan kini tersisa 210 ekor. Setelah pembangunan rampung, pelintasan gajah akan dinaturalisasi, dikembalikan seperti semula, dengan ditanami tanaman yang disukai gajah.

Sementara itu, pembangunan konstruksi ruas tol Pekanbaru-Padang sepanjang 255 km telah dimulai, tepatnya pada ruas Padang-Sicincin (seksi 5) sepanjang 29 km. "Saat ini dalam tahap pembebasan lahan dan diharapkan pada 2020 kita dapat melakukan pembangunan konstruksi penuh," terangnya.

Adapun ruas tol paling atas di Sumatra, yakni Sigli-Banda Aceh sepanjang 74 km, saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan dan pembangunan konstruksi.

Fauzan menuturkan pembebas-an lahan di seksi 4 sepanjang 13,5 km ruas Indrapuri-Blangbintang hampir tuntas sehingga konstruksinya ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun 469,5 km Tol Trans-Sumatra. sepanjang 179 km di antaranya sudah beroperasi penuh, yakni Bakauheni- Terbanggi Besar sepanjang 140 km, ruas Medan-Binjai beroperasi sebagian sepanjang 13 km, dan ruas Palembang-Indralaya sepanjang 22 km. Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 km masih beroperasi tanpa berbayar.

Peresmian ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung menambah panjang ruas Tol Trans-Sumatra yang beroperasi. Dengan adanya ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140 km, Lampung hingga Kayu Agung, Palembang, kini dapat ditempuh dalam waktu 4-5 jam.

Hutama Karya juga terus membangun ruas-ruas prioritas lainnya sehingga pada 2024 tol dari Lampung-Aceh sepanjang 2.765 km yang terdiri atas 24 ruas dapat tersambung dan beroperasi penuh.

 

JJLS DIY

Pembangunan infrastruktur jalan juga terus dilakukan di Pulau Jawa. Pengerjaan jalan jalur lintas selatan (JJLS) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang digarap sejak 2005 masih terus berlangsung sampai saat ini.

Selain menghubungkan wilayah Jawa Timur dengan Jawa Tengah, juga akan ada infrastruktur ikon JJLS di wilayah DIY, yakni Luk (Kelok) 18.

"Pembangunan jalan Luk 18 akan dimulai 2020," terang Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Meneral (PUP-ESDM) DIY, Bambang Sugaib. (AT/DY/PO/FB/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More