Selasa 03 Desember 2019, 08:46 WIB

Batan Bantu Pengembangan Pertanian Terpadu

Djoko Sardjono | Nusantara
Batan Bantu Pengembangan Pertanian Terpadu

MI/Djoko Sardjono
Sarasehan pengembangan pertanian terpadu dilaksanakan di Klaten, Jawa Tengah.

 

UNTUK meningkatkan produksi pertanian dan peternakan di Kabupaten Klaten, dikembangkan pertanian terpadu. Kepala Bappeda Klaten, Sunarno, mengatakan pengembangan pertanian terpadu dilakukan bekerja sama dengan Batan. Kerja sama di bidang science technopark/agro technopark (STP/ATP) dituangkan dalam MoU (Memorandum of Understanding) 2015-2019, yang berakhir tahun ini.

Hal itu diungkapkan oleh Sunarno pada sarasehan pengembangan pertanian terpadu yang digelar Bappeda Klaten, Senin (2/12/2019). Hadir dalam  sarasehan tersebut, Deputi Sains dan Aplikasi Technopark (SATP) Batan Efrizon Umar, Agro Technopark (ATP) Klaten, ATP Musi Rawas, dan ATP Poliwali Mandar, serta para pelaku usaha petanian dan peternakan.

Ia menjelaskan Pemkab Klaten mengharapkan kerja sama di bidang STP/ATP Batan tidak berhenti hanya sampai tahun ini. Untuk tahap berikut, kerja sama dalam pengembangan pertanian terpadu itu masih dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.

"Ke depan kami mengharapkan masih adanya pendampingan dari Batan, agar kegiatan inovasi dan kreativitas di bidang pertanian  memberi dampak positif yang bermanfaat bagi kehidupan dan kesejahteraan petani maupun peternak di Klaten," ujarnya.

Sementara itu, Deputi SATN Batan, Efrizon Umar menanggapi hal itu mengatakan sudah banyak hal yang dilakukan bersama antara Batan dan Pemkab Klaten. Hal itu menjadi modal untuk melangkah ke depan atau tahap berikutnya.

"Dalam kerja sama di bidang pertanian, banyak varietas tanaman yang dihasilkan Batan. Seperti ATP Poliwali Mandar, kreasi beras coklat, dan ATP Klaten perbaikan beras Rojolele yang belum lama ini diluncurkan dengan nama Srinar dan Srinuk," jelasnya.

baca juga: DPRD-Polda Kaltim Bahas Kesiapan Kaltim Sebagai Ibu Kota Negara

Selain hasil pemuliaan tanaman, Batan juga mengembangkan pola pemeliharaan hewan secara komunal. Pengembangan pola pemeliharaan hewan ini sebagai upaya pemenuhan kebutuhan daging secara nasional. Efrizon menambahkan ke depan Batan akan terus mendukung kegiatan ATP Klaten, ATP Musi Rawas, dan ATP Poliwali Mandar. Dalam kesempatan tersebut, Efrizon  mengharapkan hasil teknologi yang dikembangkan di Klaten, Musi Rawas, dan Poliwali Mandar dapat dimanfaatkan masyarakat. Seperti perbaikan varietas padi Rojolele, yang semula hasilnya rata-rata 5-6 ton sekarang meningkat menjadi 10 ton per hektare. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More