Selasa 03 Desember 2019, 09:10 WIB

Isu Intervensi Istana Terpa Munas X Partai Golkar

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Isu Intervensi Istana Terpa Munas X Partai Golkar

MI/MOHAMAD IRFAN
Juru Bicara Panitia Munas Golkar X, Christina Aryani.

 

PANITIA Musyawarah Nasional (Munas) X Partai Golkar menuding ada pihak-pihak yang sengaja mengembuskan isu-isu untuk membuat keruh suasana jelang munas. Di antaranya, tentang campur tangan pihak istana dalam hajatan terbesar partai berlambang beringin tersebut.

Menurut juru bicara Panitia Munas Golkar X Christina Aryani, ada yang tidak ingin pelaksanaan munas berjalan lancar dengan semangat keakraban di tengah suasana kekeluargaan.

"H-1 pelaksanaan Munas Partai Golkar, banyak isu berkembang salah satunya terkait adanya pihak eksternal yang ikut mengintervensi pelaksanan Munas X Partai Golkar. Disebut-sebut pihak istana dan beberapa anggota kabinet katanya ikut memengaruhi kader Golkar dalam pelaksanaan munas," ujar Christina kepada Media Indonesia, kemarin.

Presiden Joko Widodo pernah mengimbau dan berharap agar pelaksanaan Munas Golkar berjalan dengan lancar, aman, dan damai, tanpa guncangan. Harapan yang menurut Christina tentu saja masuk akal dari seorang presiden sebagai kepala negara yang ingin agar stabilitas politik nasional tetap terjaga.

Di sisi lain, lanjut Christina, Presiden Jokowi sudah berbicara bahwa tidak mungkin dia mencampuri urusan internal Partai Golkar. Bahkan, Presiden menjamin para menterinya tidak akan ikut-ikutan dalam urusan yang menjadi hajatan internal Partai Golkar itu.

"Patut dicatat, Golkar merupakan partai besar yang memiliki independensi dan kemandirian yang kuat yang lebih dari mampu untuk mengendalikan seluruh agenda partainya secara mandiri tanpa intervensi pihak eksternal mana pun," tutupnya.

Munas Golkar berlangsung hari ini hingga Jumat (6/12) dengan agenda utama pemilihan ketua umum. Munas rencananya dibuka Presiden Jokowi.

Nama-nama calon ketua yang meramaikan bursa pemilihan di antaranya petahana Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, Agun Gunandjar Sudarsa, Indra Bambang Utoyo, Ridwan Hisjam, dan Ali Yahya.

Ketua Umum Sahabat Muda Airlangga Hartarto, Rudolfus Jack Paskalis, meminta semua kader Golkar tidak terjebak agenda politik jangka pendek dengan mengorbankan kepentingan partai yang lebih besar. Dia mengingatkan Golkar pernah terpecah dan sulit bangkit.

"Kita sekarang sudah susah payah bangkit, harus kita jaga bersama," tutur Jack. (Cah/Medcom/P-2)

Baca Juga

 ANTARA/Aditya Pradana Putra

KPK Tahan Staf Khusus dan Sekretaris Pribadi Edhy Prabowo

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 26 November 2020, 19:21 WIB
Penyerahan diri keduanya terjadi siang tadi sekitar pukul 12.00 WIB. Keduanya kemudian menjalani pemeriksaan oleh penyidik dan menyusul...
ANTARA/Muhammad Adimaja

Tangkap Joko Tjandra, Listyo Masuk Top 10 Most Outstanding People

👤Putra Ananda 🕔Kamis 26 November 2020, 19:08 WIB
Mereka dipilih karena memiliki peran di bidangnya dengan dedikasi maupun kemampuan yang luar biasa dan dengan hasil maupun cara yang lebih...
Antara

Sisa 800 Ribu Pemilih yang Belum Merekam KTP-e

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 26 November 2020, 18:00 WIB
MENDAGRI Tito Karnavian mengungkapkan presentase penduduk yang belum melakukan perekaman KTP-e tersisa 0,88% atau 884.904 orang yang masuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya