Selasa 03 Desember 2019, 07:27 WIB

Hari Ini, Najib akan Bersaksi di Sidang 1MDB

Basuki Eka Purnama | Internasional
Hari Ini, Najib akan Bersaksi di Sidang 1MDB

AFP/SADIQ ASYRAF
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tiba di pengadilan

 

MANTAN Perdana Menteri Malaysia Najib Razak akan bersaksi membela perilakunya dalam skandal 1MDB, Selasa (3/12), saat sidang pertama dari serangkaian gugatan terkait penggelapan dana miliaran dolar itu memasuki tahap penting.

Sejumlah besar uang dirampok dari lembaga 1Malaysia Development Berhad. Aksi itu ditudingkan kepada Najib dan kroni-kroninya untuk membeli berbagai barang mulai dari apartemen mewah hingga karya seni.

Koalisi pimpinan Najib kalah dalam pemilu pada tahun lalu setelah berkuasa selama enam dekade, mayoritas akibat kemarahan warga terkait skandal tersebut.

Najib kemudian ditangkap dan diganjar dengan puluhan dakwaan terkait penjarahan dana investasi itu.

Baca juga: Pindai Wajah Wajib di Tiongkok

Pria berusia 66 tahun itu mulai diadili pada April lalu terkait 1MDB yang berpusat pada pemindahan dana sebesar 42 juta ringgit dari 1MDB ke akun pribadinya. Najib membantah hal tersebut.

Pengadilan Tinggi Malaysia memutuskan sidang bisa dilanjutkan karena kuatnya kasus yang diajukan jaksa.

Sidang kasus itu akan mulai mendengarkan kesaksian Najib. Hal itu akan menjadi kunci apakah hakim akan menghukum atau membebaskan mantan PM Malaysia itu.

Najib diperkirakan akan bersaksi selama empat hari.

Najib menyebut kesaksiannya akan memberi kesempatan pada dirinya untuk memberikan gambaran yang sebenarnya dan membuktikan dirinya tidak bersalah.

"Ini adalah kesempatan membersihkan nama saya di pengadilan," ungkap Najib lewat Facebook.

Najib menghadapi empat dakwaan korupsi dan tiga dakwaan pencucian uang dalam sidang 1MDB.

Jaksa berargumen Najib memegang pengaruh besar dalam unit usaha itu dan mengetahui pencurian yang melalui akun miliknya. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More