Senin 02 Desember 2019, 22:10 WIB

Integrasi Koridor Timur Jakarta, Jababeka Optimistis

Ahmad Punto | Ekonomi
Integrasi Koridor Timur Jakarta, Jababeka Optimistis

MI/PERMANA
President Director Jababeka Residence Sutedja S Darmono

 

IBARAT pepatah 'tua-tua keladi, makin tua makin jadi'. Begitulah gambaran Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi, saat ini. Dalam usianya yang ke-30 tahun, Jabebaka seolah ingin mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu kawasan unggulan di koridor timur Jakarta.

Saat ini, ada delapan developer besar di koridor timur Jakarta yang telah berkomitmen bersama-sama membangun potensi kawasan timur Jakarta dari sisi pembangunan fasilitas komersial maupun residensial serta kawasan kota mandiri yang bernilai investasi tinggi dan terintegrasi. Jababeka ialah salah satunya.

President Director Jababeka Residence Sutedja S Darmono mengklaim bahwa dalam perjalananya Jababeka telah menghadirkan beragam fasilitas dan sarana infrastruktur kelas dunia layaknya kota modern di negara maju.

"Dengan itu kami sangat optimistis kawasan Jababeka menjadi salah satu kawasan yang berprospek tinggi di koridor timur Jakarta," tuturnya dalam siaran pers, Senin (2/12).

Kota Jababeka pada awalnya dikembangkan oleh PT Jababeka pada 1989. Jababeka bermula dari pengembangan kawasan industri yang kemudian berhasil menarik perhatian sejumlah investor ternama. Lima tahun setelah berdiri, Jababeka melantai di bursa saham Indonesia dan menjadikannya sebagai perusahaan pengembang swasta pertama yang terdaftar di BEI pada 1994.

Kini, seperti disebutkan Sutedja, Jababeka telah memiliki beragam fasilitas dan infrastruktur kelas dunia. Ia menyebut contoh pembangkit listrik kota mandiri berkapasitas 130 MW oleh Bekasi Power Plant dan President University sebagai pusat pendidikan internasional pertama di timur Jakarta.

Tak cuma itu, ada pula Cikarang Dry Port yang hadir sebagai pelabuhan darat serta layanan bea cukai terpadu pertama dan satu-satunya di Indonesia. Juga terdapat Jababeka Golf & Country Club, pionir lapangan golf bertaraf internasional di koridor timur Jakarta yang menjadi destinasi favorit ekspatriat.

"Untuk kawasan residensial premium dan komersial modern juga  dihadirkan oleh Jababeka Residence yang merupakan salah satu anak usaha PT Jababeka Tbk," imbuh Sutedja.

Perkembangan Kota Jababeka juga didukung dengan kemudahan aksesibilitas dan konektivitasnya dengan kota-kota besar di Indonesia dengan dukungan pembangunan infrastruktur yang lengkap.

Jababeka memiliki tiga akses tol langsung (pintu tol Cikampek-Jakarta Km 29, Km 31, dan Km 34,7), stasiun dan jalur KRL Commuter Line, Elevated Highway Jakarta–Cikampek yang mulai beroperasi Desember, jalan tol JORR II yang akan rampung pada 2020, MRT fase III Jakarta-Balaraja, LRT Jakarta-Cikarang, kereta cepat Jakarta-Bandung, Pelabuhan Patimban serta Bandara Internasional Kertajati.

Sementara itu, menurut General Manager Corporate Marketing Jababeka Residence Handoyo Lim, captive market Jababeka terus bertambah setiap tahunnya. Hal itu memberikan peluang yang menjanjikan bagi para investor.

Ia menambahkan, Kota Jababeka merupakan kawasan kota mandiri masa depan. Ke depan, tambah Handoyo, Jababeka akan semakin melengkapi diri dengan beragam fasilitas dan produk unggulan lain.

"Sehingga dapat menguatkan identitasnya sebagai kota mandiri terlengkap serta destinasi investasi dan hunian yang berpotensi tinggi di koridor timur Jakarta," tutupnya. (RO/X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More