Senin 02 Desember 2019, 18:54 WIB

Pipindo Berkomitmen Perkuat Industri Alutsista

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Pipindo Berkomitmen Perkuat Industri Alutsista

MI/ Golda Eksa
Wakil Ketua Pipindo Sunanto Ajidarmo (tengah) memberikan keterangan pers saat Deklarasi Pipindo di Jakarta, Senin (2/12)

 

PERHIMPUNAN Industri Pertahanan Indonesia (Pipindo) meneguhkan komitmennya memperkuat dan membangun industri pertahanan dalam negeri secara mandiri. Komitmen itu sekaligus menjawab pesan Presiden Joko Widodo terkait upaya penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern.

Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Pipindo Sunanto Ajidarmo kepada wartawan seusai acara Deklarasi Pipindo, di Jakarta, Senin (2/12). Saat ini Pipindo beranggotakan 9 BUMN dan 15 BUMS yang fokus pada industri persenjataan.

Menurut dia, Pipindo yang dibentuk pada 27 November 2019 merupakan wadah antara industri pertahanan di Tanah Air, seperti BUMN dan BUMS, untuk berkolaborasi guna membangun negeri sesuai arahan Presiden dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yakni kemampuan pertahanan harus diakselerasi dan ditingkatkan secepat mungkin.

"Pendirian Pipindo adalah wujud nyata kami untuk menunjukkan bahwa industri-industri ini mau bersatu dan mau bersinergi. Langkah di jangka pendek ialah menjalin kerja sama dan komunikasi dengan para pembuat kebijakan, yaitu Kementerian Pertahanan dan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP)," ujar Sunanto.

Direktur Utama PT Cakra Vimana Diinamycx itu menegaskan, Pipindo nantinya akan memetakan seluruh kekuatan yang ada agar bersama-sama menggempur pelbagai kelemahan terkait kapabilitas industri pertahanan dalam negeri.

Upaya membangun kekuatan industri pertahanan Indonesia, jelasnya, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Selain alih teknologi, terang dia, bisa pula diterapkan dengan memenuhi kebutuhan tekhnologi dasar.

"Misalnya, teknologi dasar tentang roket, peluru kendali, permesinan, dan elektronika. Nah, di Indonesia semua kebutuhan dan teknologi kritis itu benar-benar masih jauh tertinggal. Inilah yang menjadi fokus kami ke depannya,' imbuhnya.

Sekjen Pipindo Adi Sasongko menambahkan, organisasi tersebut dibentuk untuk menjawab kemauan Presiden tentang upaya mengoptimalkan kerja sama antara BUMN dan BUMS yang selama ini terkesan sendiri-sendiri.

"Harapannya, kalau BUMN dan BUMS bisa bersatu, maka kebutuhan tentang alutsista ini bisa di penuhi lebih maksimal," kata Adi.

Selain itu, imbuhnya, Menhan Prabowo Subianto juga pernah mengutarakan keinginannya untuk mengakselerasi kemampuan dan kekuatan pertahanan Indonesia, termasuk memanfaatkan seluruh kemampuan bangsa.

"Anggota Pipindo terbuka untuk siapa saja asalkan anggotanya adalah industri pertahanan. Harapannya anggota nanti dapat bersinergi dan satu suara membangun Indonesia," pungkas Adi. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More