Senin 02 Desember 2019, 15:49 WIB

PT KCN Raih Penghargaan Inovasi Investasi Modal Murni

Dede Susianti | Ekonomi
PT KCN Raih Penghargaan Inovasi Investasi Modal Murni

MI/Dede Susianti
Direktur PT KCN (Karya Citra Nusantara) saat menerima penghargaan Anugrah Gatra 2019 kantegori Investasi di IPB ICC

 

PT Karya Citra Nusantara (KCN) dianugerahi penghargaan Anugrah Gatra 2019 Inovasi Pembangunan untuk Indonesia Maju. PT KCN terpilih dalam kategori investasi dalam pengembangan infrastruktur dengan modal murni.

Penghargaan diterima langsung oleh Direktur Utama PT KCN Widodo Setiadi di malam puncak acara HUT Gatra ke-25 di IPB International Convention Center (IICC), Botani Square, Bogor, Senin (2/12).

Penghargaan kategori investasi ini diberikan kepada perusahaan swasta atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang secara masif mengembangkan usaha dengan memiliki manfaat besar demi kemajuan bangsa dan negara.

PT KCN merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang maritim. Salah satu proyek yang dibangun adalah Pelabuhan Marunda, berfungsi untuk mendukung operasional dari Pelabuhan Internasional Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Inovasi yang dilakukan KCN dalam pembangunan Pelabuhan Marunda lah yang membuatnya meraih penghargaan tersebut.

Baca juga: MA Kabulkan Kasasi KCN, KSOP Marunda: Hormati Putusan Hukum

Pembangunan Pelabuhan Marunda direncanakan akan dibangun menjadi 3 pier dengan total panjang mencapai 5350 meter dan supporting area 100 hektare. Pembangunan tersebut tanpa menggunakan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) dan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

"Induk perusahaan kami sudah 36 tahun di industri ini. Jadi kami sudah punya track record panjang dari kepercayaan dunia perbankan dan kami sudah punya hasil-hasil. Kami bukan tiba-tiba, memang punya teknologi, SDM dan perusahaan induk yang mendukung. Jadi itulah yang menjadi inovasi kami, berani membangun pelabuhan sesuai konsep pemerintah dan non-APBN dan non-APBD," kata Widodo Setiadi saat ditemui Media Indonesia usai menerima penghargaan.

Untuk ke depannya, pihaknya pun akan mencoba terobosan baru.

"Kita ingin nanti sebetulnya jadi smart port. Artinya kita menggunakan teknologi untuk aplikasi-aplikasi. Jadi pengguna itu bisa melihat kapan bongkar muatnya, seberapa cepatnya. Semua ini bisa dilihat melalui teknologi. Ini sedang kita jalankan," tuturnya.

Atas raihan itu, pihaknya mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung.

"Kami ucapkan terima kasih kepada panitia dan tim dan semua yang mendukung keberadaan KCN," imbuhnya.

Widodo menambahkan penghargaan ini bisa menjadi semangat untuk semua pihak dalam pembangunan.

"Ini memberi semangat pada kami semua dan media bisa mengawal pembangunan ini. Selain itu jadi contoh juga buat semua pihak yang mau bergerak ke bidang pelabuhan,"ungkapnya.

Diakui Widodo, dalam proyek pembangunan banyak tantangan yang dihadapi terutama gugatan-gugatan. Dia berharap tidak ada lagi permasalahan atau gugatan-gugatan yang bisa menghambat percepatan pembangunan. Karena, jika kondisi seperti itu terus terjadi, banyak pihak dirugikan, negara pun dirugikan.

"Karena kalau kita tahu KCN ini satu perusahaan swasta yang bekerja sama membentuk antarperusahaan dengan pemerintah. Kita tahu sekali selama ini program yang seharusnya bisa dipercepat jadi terlambat karena adanya gugatan dari pemegang saham yang pertama dan pemerintah sendiri. Anehnya menggugat Kementerian Perhubungan sebagai regulator di bidang pelabuhan. Jadi ini sangat merugikan semua pihak terutama negara," terangnya.

Dia menjelaskan pelabuhan yang seharusnya bisa beroperasi pada 2012 mundur menjelang 2020. Kini pun mundur kembali untuk waktu pengoperasiannya.

Padahal, pihaknya sebagai perusahaan swasta sudah menyiapkan target penyelesaian pier 2 dan pier 3.

"Sekitar 4 tahun kita bisa selesaikan non-APBN, non-APBD dengan catatan kami tidak diganggu lagi," tukasnya.

Penghargaan untuk kategori investasi memiliki tiga sub kategori. Pertama, sub kategori daerah paling banyak menarik investasi yang diberikan ke Provinsi Jawa Tengah dan Kota Batam. Sub kategori kedua adalah investasi BUMN dan swasta paling ekspansif, pemenangnya adalah Kalbe Farma dan Telkom Indonesia.

Kemudian untuk sub kategori investasi dalam pengemabangan nonswasta non-APBN dan non-APBD, pemenangnya PT KCN.

Direktur Utama Gatra Media Grup Hendri Firzani mengatakan menjaga dan mengawal perubahan infrastruktur dan reformasi birokrasi untuk memudahkan layanan masyarakat begitu cepat dan akuntabel, terjadi di daerah hingga level desa.

"Ini yang jadi dasar untuk memberikan anugerah yang ikut dan mendorong perubahan tersebut. Gatra terus melakukan perubahan sejak didirikan 25 tahun lalu, melakukan inovasi dan dinamika perkembangan," ujar Hendri.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More