Senin 02 Desember 2019, 12:25 WIB

BANI Gelar Seminar Memasyarakatkan Arbitrase bagi Pengusaha

BANI Gelar Seminar Memasyarakatkan Arbitrase bagi Pengusaha

Antara
Ketua Mahkamah Agung, Muhammad Hatta Ali (kanan) memukul gong selaku saat membuka seminar.

 

SEBAGAI alternatif penyelesaian sengketa di luar jalur pengadilan, arbitrase selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Itu para pengusaha yang memilih arbitrase sebagai jalur penyelesaian sengketa harus mengetahui perkembangan terbaru.

“Arbitrase selalu mengikuti perkembangan zaman, maka dari itu para pelaku usaha dan para arbiter di Indonesia harus terus mengikuti perkembangan arbitrase di dunia, jadi kami rutin menyelenggarkan acara seminar ini untuk memfasilitasi seluruh kalangan,” demikian disampaikan Ketua Umum Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), M Husseyn Umar saat memberikan Welcoming Speech dalam acara Seminar Internasional mengenai Pemecahan Sengketa dan Solusi untuk Arbitrase, di Hotel Pullman Jakarta.

Dalam seminar yang merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) BANI ke-42 ini, juga dihadiri oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, dan Wakil Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Wisnu Wijaya Soedibjo.

“Tujuan diadakannya seminar ini untuk memasyarakatkan arbitrase bagi kaum bisnis dalam penyelesaian sengketa, dengan menyampaikan inormasi bahwa arbitrase berkembang baik dalam berbagai aspek kegiatannya," papar Husseyn.

Husseyn juga berharap, dengan menggelar seminar secara teratur seperti diharapkan para pelaku bisnis. Dengan begitu mereka semakin paham mengenai makna dan betapa pentingnya arbitrase.

Seminar tersebut yang dihadiri kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari komunitas hukum, bisnis, lembaga negara hingga perguruan negeri membahas 3 tema penting.

Sementara itu, Rosan mengharapkan dengan adanya lewat seminar ini seluruh sektor bisnis di Indonesia akan semakin paham mengenai betapa pentingnya arbitrase sebagai mekanisme penyelesaian sengketa sehingga tidak mengandalkan penyelesaian sengketa mediasi atau pengadilan saja.

“Dalam perdagangan di Indonesia ini, pasti banyak sekali sengketa, namun terdapat pilihan untuk menyelesaikan sengketa di luar pengadilan, yaitu terdapat pilihan cara lain untuk menyelesaikan sengketa salah satunya arbitrase," ujar Rosan. (Ant/A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More