Senin 02 Desember 2019, 05:50 WIB

Sragen masih Bergelut dengan Stunting

(WJ/N-2) | Nusantara
Sragen masih Bergelut dengan Stunting

MI/widjajadi
Kepala Dinas Kesehatan Sragen, Hargiyanto, : Sragen dan 100 Kabupaten di Tanah Air, Jadi Locus PenangananStunting Nasional

 

SRAGEN, Jawa Tengah, bukan berada di pinggiran, kepulauan, maupun daerah terpencil. Namun, kabupaten yang berada di jalur utama jalan nasional, ini, ternyata masih belum mampu lepas dari masalah stunting dan angka kematian ibu serta bayi yang tinggi.

Sragen pun menjadi satu dari 100 kota dan kabupaten di Indonesia yang menjadi target Kementerian Kesehatan dalam program penanggulangan stunting.

"Pada 2018, stunting daerah ini mencapai 39,7% dari total jumlah anak. Tahun ini mampu ditekan sehingga angkanya turun menjadi 10,2%," ujar Kepala Dinas Kesehatan Sragen, Hargiyanto, kemarin.

Jumlah stunting yang paling menonjol berada di Kecamatan Mondokan. Di wilayah ini tercatat angka stunting mencapai 22%. "Kami sudah menerjunkan kader kesehatan ke banyak desa. Tahun depan, ada 20 desa yang akan mendapat penanganan khusus," lanjut Hargiyanto.

Tahun ini angka kematian bayi mencapai 80 dan lima ibu meninggal dunia saat melahirkan. Jumlah itu menurun drastis jika dibandingkan 2018 dengan 146 kematian bayi dan 15 kematian ibu. (WJ/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More