Senin 02 Desember 2019, 04:20 WIB

Menanti Emas dari Cabor Andalan

Budi Ernanto | Olahraga
Menanti Emas dari Cabor Andalan

Dok. Tim CdM Indonesia
Dwi Cindy Desyana (tengah) merayakan keberhasilan meraih emas dancesport di ajang SEA Games 2019 di Clark, Filipina,

INDONESIA harus puas hanya mampu menambah satu medali emas di hari kedua SEA Games 2019, kemarin. Sementara itu, wushu dan angkat besi yang merupakan cabor andalan, belum bisa menyumbang emas.

Dari cabang dansa, satu emas disumbang Dwi Cindy Desyana dari nomor break dance putri. Di final, Dwi menyingkirkan andalan tuan rumah Debbie Mahinay.

Emas Dwi menjadi emas kedua Indonesia. Tim polo air putra Indonesia, pada Jumat (29/11), telah memastikan diri merebut emas setelah menduduki posisi teratas klasemen. Penyerahan secara resmi medali cabang polo air putra baru berlangsung kemarin.

Sukses dansa merebut emas tidak diikuti wushu maupun angkat besi yang merupakan cabang andalan Indonesia. Di cabang wushu, Edgar Xavier Marvelo yang merupakan juara dunia, gagal meraih medali di nomor taolu changquan putra. Poin Edgar dipotong juri karena dinilai tampil melebihi batas waktu. Dengan poin 9,59, Edgar harus puas menempati posisi empat.

"Memang target satu emas ada juga di Edgar. Kita semua pasti kecewa dengan hasil yang didapat, Edgar juga pasti. Padahal, dia juara dunia, tampil sangat bagus di sini, bagus semua, jadi cari-cari salah. Edgar dipotong poinnya karena melebihi batas waktu," kata Sekjen PB WI Ngatino.

Di taolu taijiquan putri Alexandra Calista Setiawan harus puas hanya menempati posisi tujuh, sedangkan Bobie Valentinus Gunawan yang tampil di nomor taolu taijiquan putra, finis di posisi.

Di cabang angkat besi, target emas juga gagal diwujudkan. Lisa Setiawati yang diharapkan bisa meraih emas kelas 45 kilogram (kg) putri, harus puas dengan capaian perak.

Dengan total angkatan 189 kg, Lisa harus puas menempati posisi dua di bawah lifter Vietnam, Vuong Thi Huyen, yang meraih emas dengan total angkatan 192 kg. Perunggu didapat lifter tuan rumah Diaz Mary Flor.

"Maaf saya tidak bisa menyumbangkan emas. Saya sudah berusaha. Saya hanya bisa kasih perak. Saya minta maaf ke seluruh masyarakat Indonesia," ujar Lisa.

Perak sepak takraw

Dari cabang sepak takraw, tim putri hoop mampu meraih medali perak. Tim yang diperkuat Asmira, Evana Rahmawati, Leni, Dini Mita Sari, Lena, dan Nur Qadri Yanti berada di posisi dua dengan 660 poin, kalah 10 poin dari Filipina yang merebut emas.

"Medali perak dari nomor hoop ini luar biasa karena bukan nomor andalan. Selain persiapan minim, kita mempelajari permainan hoop ini baru tiga bulan," ungkap Dini Mita Sari yang merupakan kapten tim.

Sementara itu, dari cabang triatlon, Indonesia harus puas dengan raihan dua perunggu dari nomor individu putra dan putri.

Di nomor putra, Muhamad Ahlul Firman harus puas berada di peringkat ketiga setelah gagal mengungguli dua atlet Filipina, John Chicano dan Kim Remolino, yang merebut emas dan perak, sedangkan di bagian putri, Nethavani Octaria juga hanya mampu finis di posisi ketiga di bawah dua atlet tuan rumah Marion Kim Mangrobang (emas) dan Kimberly Michelle Kilgroe (perak). (Des/R-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More