Senin 02 Desember 2019, 04:00 WIB

Tidak Ada Ampun bagi Pelaku Kekerasan ke Anak

MI | Humaniora
Tidak Ada Ampun bagi Pelaku Kekerasan ke Anak

MI/Rifaldi Irianto
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga

 

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, mengungkapkan salah satu faktor yang menyebabkan tingginya angka kekerasan terhadap anak-anak dan perempuan disebabkan banyak kasus yang tidak diproses secara hukum.

Karena itu, Menteri PPPA meminta pihak berwajib bertindak tegas terhadap pelaku kekerasan kepada anak agar pelaku jera supaya kasus serupa tidak terulang.

"Tidak ada kata damai dan ampun bagi pelaku kekerasan pada anak. Tindak tegas dan berikan hukuman sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegas Menteri PPPA setelah mengunjungi balita (2,5) yang menjadi korban penganiayaan kekasih ibu kandungnya di RSUP Sanglah, Denpasar, Sabtu (30/11).

Menteri PPPA menegaskan penanganan anak korban kekerasan tetap mengutamakan kondisi anak, apalagi korban yang masih berusia balita. Pihaknya terus memantau kondisi korban serta memastikan korban mendapatkan penanganan yang terbaik, salah satunya dengan tidak membebani atau meminimalkan pembiayaan yang memberatkan pihak korban.

"Kementerian PPPA berkoordinasi dengan rumah sakit, tim medis, dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar untuk memberikan respons cepat," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Umum RSUP Sanglah, I Wayan Sudana, menyampaikan kerja sama dalam penanganan korban kekerasan tidak sebatas medis, tetapi hingga penanganan trauma setelah kejadian. "Kami bekerja sama dengan P2TP2A Kota Denpasar agar dapat memberikan yang terbaik bagi korban kekerasan," ujar I Wayan.

Sebelumnya diberitakan, balita berusia 2,5 tahun asal Denpasar menjadi korban penganiayaan oleh Ari Juniarta, 22, pacar Khofifah Dwi Rahmadani, 20, yang merupakan ibu kandung balita tersebut. Akibatnya, korban mengalami patah tulang di bagian paha dan kaki, luka di leher, serta gangguan psikologis berupa trauma saat melihat boneka dan sosok pria tak dikenal. Pelaku sudah ditangkap pihak kepolisian. (Rif/H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More