Minggu 01 Desember 2019, 23:40 WIB

Pemangkasan Anggaran Rehab Sekolah Disesalkan

Selamat Saragih | Megapolitan
Pemangkasan Anggaran  Rehab Sekolah Disesalkan

ANTARA
Pemangkasan Anggaran Rehab Sekolah Disesalkan

 

ANGGOTA Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, menyesalkan pemangkasan anggar­an pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah sebesar Rp1,4 triliun dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020.

Pasalnya, pemangkasan tersebut akan digunakan untuk pembiayaan Formula E yang menghabiskan anggaran Rp1,2 triliun. Menurut Anggara yang juga Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI, kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu sangat kontras dengan program negara dalam mencerdaskan anak-anak bangsa ke masa depan.

“Pemprov DKI pun bersikukuh mempertahankan program nonprioritas yang tiba-tiba muncul belakangan, seperti Formula E yang menelan anggaran Rp1,2 triliun,” kata Anggara.

Anggara menjelaskan, Pemprov DKI semula mengusulkan anggar­an Rp3,7 triliun dalam rancangan KUA-PPAS untuk pembangunan dan rehab gedung sekolah.

Namun, Pemprov DKI memangkas anggaran tersebut sebesar Rp1,4 triliun menjadi Rp2,3 triliun dalam KUA-PPAS tahun 2020 yang disepakati.

Salah satu komponen anggaran yang paling banyak dipangkas, yakni rehab total gedung sekolah.

“Pemprov DKI memotong anggar­an rehabilitasi total gedung sekolah dari Rp2,6 triliun menjadi Rp1,4 triliun. Bisa dikatakan bahwa rehab sekolah merupakan korban terbesar efisiensi anggaran selama proses pembahasan KUA-PPAS tahun 2020,” ujar Anggara dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu.

Fraksi PSI, kata Anggara, menyayangkan pemangkasan anggaran pembangunan dan rehab gedung sekolah tersebut. Menurut dia, pemangkasan anggaran pembangunan dan rehab gedung sekolah tidak sejalan dengan visi Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan pendidik­an yang tuntas dan berkualitas bagi warga Jakarta.


Ditunda

Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat, mengata­kan kondisi 30 gedung sekolah di Jakarta yang batal direhab total pada 2020 tidak membahayakan siswa.

“Artinya, kalaupun kami tunda, itu tidak membahayakan siswa,” ujar Syaefuloh di Jakarta, akhir pekan lalu.

Syaefuloh menambahkan, gedung-gedung sekolah yang batal direhab total tahun depan telah dicek kondisinya.

Dia berharap kondisi bangunan-bangunan sekolah itu tidak akan mengganggu proses belajar mengajar.

“Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, mudah-mudahan tidak mengganggu proses pembelajaran,” kata dia.

Menurut dia, anggaran rehab total untuk 30 gedung sekolah itu akan kembali dialokasikan dalam APBD DKI tahun 2021.

Karena itu, dia tidak mau menyatakan anggaran rehab total 30 gedung sekolah itu dipangkas, tetapi ditunda. Disdik DKI pada awalnya mengusulkan sebanyak 86 gedung sekolah yang akan direhab total pada 2020. Usulan itu sesuai dengan ajuan dari tiap-tiap sekolah. Namun, setelah dibahas dan anggarannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, hanya sebanyak 56 gedung sekolah yang ditetapkan akan direhab total dalam KUA-PPAS tahun 2020. (RO/X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More