Minggu 01 Desember 2019, 18:10 WIB

Motivasi Tinggi Penghuni Grup Neraka

Rahmatul Fajri | Sepak Bola
Motivasi Tinggi Penghuni Grup Neraka

AFP
Didier Deschamps,Fernando Santos dan Joachim Loew

 

SENYUM pelatih Jerman, Portugal, dan Prancis sedikit kecut ketika pengundian grup Piala Eropa 2020 di Bukares, Rumania, Minggu (1/12) dini hari. Betapa tidak, ketiga negara yang superior di kancah sepak bola lima tahun terakhir itu akan berjumpa lebih awal dan saling sikut-sikutan untuk lolos dari grup F.

Allianz Arena di Munich, Jerman dan Puskas Arena di Budapes, Hungaria akan menjadi venue digelarnya penyisihan grup.

Grup F bisa dibilang sebagai grup neraka, karena diisi negara yang memenangkan gelar prestisius pada tiga turnamen terakhir. Jerman merupakan juara Piala Dunia 2014. Portugal mengangkat trofi Piala Eropa 2016. Lalu, Prancis tampil sebagai juara Piala Dunia 2018.

Sebagai juara bertahan, Portugal bertekad mempertahankan gelar pada edisi spesial 60 tahun Piala Eropa ini. Juru taktik Portugal Fernando Santos mewaspadai kekuatan Jerman dan Prancis.

"Ini akan menjadi grup yang sulit dengan dua tim favorit dan satu penantang. Tapi, kami percaya dengan peluang kami dan kami yakin bisa menang," ungkap Santos.

 

Baca juga: Bersua Kroasia, Kesempatan Inggris Tuntaskan Dendam

 

Bagi pelatih Jerman Joachim Loew, berada dalam grup neraka merupakan sebuah tantangan. Loew kembali bertemu Prancis yang pada Piala Eropa 2016 mengalahkan Jerman di babak semifinal. Kekalahan itu membuat Tim Panser Jerman gagal mengawinkan trofi Piala Dunia 2014 dengan Piala Eropa 2016.

"Ini adalah grup neraka. Bagi skuad muda kami, ini akan menjadi tantangan yang besar, tapi ini juga menjadi motivasi yang tinggi. Ini adalah hadiah dari memenangkan babak kualifikasi," kata Loew.

Sementara itu, pelatih Prancis Didier Deschamps mengaku menerima tantangan berada di grup neraka tersebut.

Selain mengintai kekuatan Portugal yang mengalahkan mereka pada final Piala Eropa 2016, Deschamps juga mewaspadai satu penghuni grup lainnya yang masih diperebutkan melalui babak playoff oleh Islandia, Bulgaria, Hungaria atau Rumania.

Ia mengatakan satu dari empat tim tersebut bisa menjadi batu sandungan bagi usaha timnya untuk mengawinkan Piala Dunia 2018 dengan Piala Eropa 2020.

"Ini adalah grup tersulit, tapi kami harus menerima ini. Kami mungkin berada dalam situasi terburuk karena satu tim lainnya merupakan tim yang terbaik dari babak playoff," ujar mantan gelandang Juventus itu. (AFP/OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More