Minggu 01 Desember 2019, 14:52 WIB

Pascapemilu Distrik, Demonstran Hong Kong Kembali Turun ke Jalan

Melalusa Susthira K | Internasional
Pascapemilu Distrik, Demonstran Hong Kong Kembali Turun ke Jalan

AFP/Philip Fong
Kelompok prodemokrasi Hong Kong membawa bendera AS dari Chater Garden hendak di depan Gedung Konsulat AS di Hong Kong, Minggu (1/12)..

 

SETELAH Hong Kong diliputi periode yang relatif tenang setelah demonstrasi lebih dari enam bulan, para demonstran pro-demokrasi Hong Kong kembali turun ke jalan pada Minggu (1/12).

Para demonstran berencana melancarkan tiga aksi hari ini, termasuk pawai ke konsulat AS untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada para pemimpin AS yang mendukung aksi protes dengan mengabulkan undang-undang hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi Hong Kong.

Adapun pada sore harinya, para demonstran akan melakukan pawai yang mengulangi lima tuntutan gerakan pro-demokrasi. Di antaranya, pemilihan langsung untuk legislatif dan kepemimpinan Hong Kong serta penyelidikan atas dugaan penggunaan kekerasan berlebihan polisi Hong Kong terhadap para demonstran.

"Saya hanya ingin mengingatkan semua orang bahwa meskipun ada kemenangan kecil (prodemokrasi) dalam pemilihan dewan distrik, kita tidak boleh lupa mengapa kita memulai semua ini dan kita harus kembali ke tema utama kita -- merebut kembali Hong Kong, revolusi zaman kita; lima tuntutan, tidak kurang," tulis seorang pengurus pengerahan massa di forum daring Hong Kong LIHKG.

Polisi telah mengeluarkan izin yang disebut surat tidak keberatan untuk ketiga rangkaian aksi tersebut, termasuk pawai pada pagi hari bagi anak-anak dan manula yang berlangsung damai tanpa insiden.

"Saya ingin memohon kepada semua orang untuk tetap sangat terkendali selama jam-jam yang dicakup oleh surat tidak keberatan. Kalau tidak, saya dapat dituduh menghasut kerusuhan," tulis pengurus jalannya aksi dalam unggahan yang ditulis secara anonim.

Sebelumnya pada Sabtu (30/11) malam, polisi Hong Kong kembali menembakkan tiga putaran gas air mata untuk pertama kalinya sejak pemilu lokal digelar akhir pekan lalu yang membawa kemenangan bagi kubu prodemokrasi Hong Kong. Gas air mata dikeluarkan setelah demonstran memblokir jalanan di lingkungan Mong Kok.

Sementara itu, sebuah video yang muncul secara daring juga menunjukkan seorang demonstran menyerang secara brutal seorang pria, ketika ia berusaha untuk membersihkan barikade yang dibuat demonstran.

Pria yang dicemooh tersebut, terantuk dan ambruk setelah kepalanya dipukul dengan benda logam berat oleh demonstran, yang membuatnya terluka dan berdarah.

"Itu bisa membunuhnya," ujar kepala polisi Tang Ping-keung dalam wawancara radio pada Minggu (1/12) pagi.

Sebuah sumber kepolisian mengkonfirmasi bahwa insiden yang terlihat dalam video tersebut terjadi di Mong Kok pada Sabtu (30/11) malam dan tengah diselidiki. Belum diketahui secara pasti kondisi terkini pria tersebut.

Namun, pihak berwenang rumah sakit mengatakan, tiga orang terluka terkait demo dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu (30/11) malam. Satu di antaranya telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, sementara dua lainnya berada dalam kondisi stabil. (AFP/Uca/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More