Minggu 01 Desember 2019, 14:25 WIB

Pengeboman Ikan Marak di Flores Timur

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Pengeboman Ikan Marak di Flores Timur

MI/Ferdinandus Rabu
Aparat keamanan menangkap dua pelaku pengeboman ikan di wilayah perairan Ojandetun, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur.

 

MARAKNYA aksi pengemboman ikan meresahkan para nelayan di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur. Aksi pengeboman ikan yang sering terjadi ini berdampak pada menurunnya hasil tangkap nelayan di daerah ini.

Sejumlah nelayan yang ditemui mengaku sering mendengar aksi pengeboman di tengah laut. Sehingga terlihat ikan yang paling besar hingga paling kecil mati dan terapung di tengah laut. Bernadus Soge, nelayan asal Desa Aransina, Kecamatan Tanjung Bunga, saat ditemui Minggu (1/12), mengakui ia bersama nelayan sering mendengar aksi pengeboman ikan di laut, sehingga cukup meresahkan.

"Setiap bulan selalu kami dengar aksi pengeboman di laut. Kami resah pak, larena pengeboman itu sering terjadi. Setiap bulan pasti ada, bahkan dalam sebulan bisa dua hingga tiga kali pengemboman di wilayah perairan sini. Biasanya nelayan dari luar yang datang untuk pengeboman ikan di sini. Kami sangat khawatir jika terus dibiarkan maka akan menggangu hasil tangkap kami di laut ini. karena banyak ikan yang mati akibat pengeboman. Mudah-mudahan bisa dilakukan patroli secara rutin di perairan ini," harap Bermadus.

Nelayan lainnya, Petrus Wato juga mengakui hal yang sama. Ia berharap ada perhatian serius dari pemerintah untuk membendung aksi tersebut.

baca juga: Tol Layang AP Pettarani Ditargetkan Selesai Juni 2020

Pada beberapa hari lalu juga, TNI AL bersama tim terpadu menangkap dua  pelaku bom ikan di wilayah perairan Ojandetun, Kecamatan Wulanggitang. Penangkapan diwarnai dengan aksi kejar-kejaran dari laut hingga daratan. Aparat berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa dua unit body, botol kaca untuk merakit bom, obat nyamuk sebagai alat pembakar detonator, dan ikan hasil pengeboman sebanyak 2 boks besar.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More