Minggu 01 Desember 2019, 13:00 WIB

Tol Pekanbaru-Dumai Jadi Pintu Masuk 48% Pedagang Dunia

Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Tol Pekanbaru-Dumai Jadi Pintu Masuk 48% Pedagang Dunia

Antara
Pengerjaan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km menjadi pintu masuk kaum pedagang dari Selat Malaka.

 

KEBERADAAN Tol Pekanbaru-Dumai disambut baik oleh asosiasi pengusaha dan seluruh stakeholder. Alasannya tol tersebut akan berdampak pada pergerakan ekonomi dan mempermudah arus pergadangan. Gubernur Riau Syamsuar mengatakan keberadaan Tol Sumatra tersebut akan menjadikan Kota Dumai sebagai pintu masuk bagi 48% pedagang dunia melalui Selat Malaka.

"Seluruh stakeholder mendukung penuh dan berharap bahwa jalan tol ini dapat segera selesai dan dapat beroperasi sesegera mungkin," kata Gubernur Riau Syamsuar di Pekanbaru, Minggu (1/12/2019).

Dijelaskannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sangat mendukung penuh proses pembangunan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilometer (km) tersebut.

"Tol ini akan berperan penting pada pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau dimana akan menjadi hubungan ekonomi Sumatra-Asean. Dampaknya akan sangat tinggi terutama bagi para pengusaha lokal dan warga setempat, ekonomi akan tumbuh signifikan. Suka tidak suka kita harus siap dan mempersiapkan diri terhadap kondisi tersebut nantinya. Riau akan menjadi provinsi yang menjanjikan untuk investasi maupun berwisata," ungkap Gubernur Riau.

Sementara Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Muhammad Fauzan mengatakan selaku pelaksana proyek strategi nasional itu, pihaknya mengembangkan strategi khusus agar Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) termasuk Tol Pekanbaru-Dumai tetap dapat memperoleh laba, meskipun LHR dari tol ini nantinya tidak layak dari sisi bisnis.

"Hutama Karya akan mengembangkan Value Capture dan Value Creation dari tol Pekanbaru-Dumai. Value Capture dengan memanfaatkan kesempatan bisnis untuk menghasilkan keuntungan yang mendukung pembiayaan pembangunan JTTS selanjutnya. Dan Value Creation untuk melaksanakan pengusahaan JTTS agar menghasilkan manfaat semaksimal mungkin bagi masyarakat/pengguna JTTS," papar Fauzan.

Nantinya setelah tol ini jadi, Hutama Karya akan mengembangkan Kawasan Industri, Residensial, Pariwisata, dan Mix-Use Area.

"Hadirnya tol Pekanbaru-Dumai juga akan membuka lapangan kerja dan konektivitas baru disini. Hutama Karya saat ini masuk kedalam 3 besar investor di Riau. Sehingga kami ingin memastikan bahwa investasi yang kami lakukan disini akan memberikan manfaat tidak hanya bagi perusahaan. Namun juga bagi masyarakat di Provinsi Riau," imbuhnya.

baca juga: Kompor Meledak, Lapas Wanita di Medan Terbakar

Hingga hari ini Hutama Karya tengah membangun 469,5 km Jalan Tol Trans Sumatra, dengan 179 km Jalan Tol Trans Sumatra yang sudah beroperasi penuh yakni ruas Bakauheni- Terbanggi besar sepanjang 140 km. Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 km.

Kemudian ruas Medan-Binjai sepanjang 17 km, dan ruas Palembang-Indralaya sepanjang 22 km. Sedangkan progres tol yang sudah terbangun namun belum beroperasi adalah ruas Sigli-Banda Aceh sepanjang 14 km, dan ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 87,5 km.(OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More