Minggu 01 Desember 2019, 10:20 WIB

BNPB Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang Solok Selatan

Indriyani Astuti | Humaniora
BNPB Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang Solok Selatan

Dok.BNPB
BNPB salurkan bantuan untuk warga terdampak banjir bandang Solok Selatan

 

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Logistik mengirimkan bantuan logistik dan peralatan untuk darurat bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Solok Selatan, Sabtu (30/11).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menuturkan bantuan tersebut terdiri dari 471 paket makanan siap saji, 471 paket lauk pauk, 471 paket makanan tambahan gizi, 200 paket sandang, 149 paket kebersihan keluarga, 152 paket perlengkapan bayi, 160 selimut dan 80 matras.

"Selain itu, BNPB juga mengirimkan bantuan peralatan berupa 2 unit perahu polietilen beserta mesin dan mobil pickup," ujarnya melalui siaran pers pada Sabtu (30/11) malam.

Ia juga menyampaikan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat telah mengirimkan bantuan logistik gelombang ketiga bagi para korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok Selatan. Bantuan senilai Rp635 juta diberikan sebagai upaya pemulihan pada masa tanggap darurat pascabencana.

"BPBD Kabupaten Solok Selatan memastikan bantuan logistik gelombang ketiga telah disalurkan secara merata dan diterima dengan baik oleh para warga terdampak bencana banjir bandang, baik yang menetap di rumah masing-masing maupun yang mengungsi di tenda pengungsian," tuturnya.

Kepala Seksi Logistik BPBD Kabupaten Solok Selatan Lusi yang berada di lokasi terdampak melalui pesan tertulis mengatakan perkembangan pendistribusian logistik berjalan aman. Sejumlah bantuan logistik yang diangkut dalam satu truk tersebut berisi beras, mie instan, air mineral, sembako dan pakaian layak pakai diterima di posko darurat bencana.

"Bantuan telah diberikan kepada para warga," terang Lusi melalui pesan singkat.

Baca juga: 2.959 Jiwa Terdampak Banjir di Solok Selatan

Selain bantuan logistik, BPBD Kabupaten Solok Selatan bersama tim gabungan relawan, lanjut Lusi, juga mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan distribusi makanan pagi, siang dan malam untuk pengungsi dan juga korban bencana yang tidak tinggal di pengungsian. Dapur umum didirikan sejak 22 November 2019.

Berdasarkan data sementara BNPB, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh menjadi wilayah sangat terdampak dan masih dalam penanganan. Adapun jumlah warga terdampak sementara yang berhasil dihimpun meliputi 4 jorong: Sapan Salak 54 KK (197 jiwa), Manggih 9 KK (30 jiwa), Sapan Sungai Nan Duo 27 KK (115 Jiwa), Pasir Panjang 39 KK (165 jiwa).

Agus menambahkan BPBD Kabupaten Solok Selatan mengakui adanya kendala lapangan dalam upaya menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak.

"Kondisi medan berat serta jarak jauh dari jangkauan menjadi tantangan yang harus dihadapi para sukarelawan dan BPBD dalam menyalurkan bantuan," ucapnya.

Selain itu, kondisi cuaca yang masih sering turun hujan juga menjadi faktor penghambat pendistribusian bantuan.

"Kondisi tersebut memang sering terjadi dalam setiap distribusi logistik di wilayah terdampak bencana," ungkapnya.

Kendati demikian, ia mengatakan BPBD Kabupaten Solok Selatan akan kembali mengirimkan bantuan logistik dan peralatan ke daerah Nagari Pakan Rabaa Timur, Jorong Pinti Kayu, Minggu (1/12).(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More