Minggu 01 Desember 2019, 10:30 WIB

Jenazah Hakim Jamaluddin Disalatkan Sebanyak Tiga Kali

Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara
Jenazah Hakim Jamaluddin Disalatkan Sebanyak Tiga Kali

ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus
Ketua PN Medan Sutio Jumagi Akhirno.

 

JENAZAH Hakim PN (Pengadilan Negeri) Medan, Provinsi Sumatra Utara, Jamaluddin, 55, disalatkan sebanyak tiga kali sebelum dimakamkan. Pria yang diduga sebagai korban pembunuhan ini disalatkan oleh rekan-rekan PN Medan, kemudian sebanyak dua kali disalatkan di kampung halamannya Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Setelah perjalanan darat dari Medan, jenazah ayah dari tiga anak ini tiba di Desa Suak Bilie, Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, sekitar pukul 13.00 WIB, Sabtu (30/11). Tidak lama disemayamkan di rumah duka, jenazah langsung dibawa ke masjid desa untuk disalatkan oleh pemuka agama, tokoh masyarakat dan warga sekitar. Teman seprofesi dari PN Suka Makmue, Nagan Raya, pun ikut menyalatkan.

Warga yang hadir tampak sedih melepaskan kepergian almarhum. Sebagian besar yang hadir merupakan teman sekampung Jamaluddin. Mereka bahkan meminta menyalatkan kembali teman masa kecilnya tersebut.

Baca juga: Jenazah Hakim Jamaluddin Langsung Dibawa ke Aceh

Kemudian jenazah dibawa pulang ke tempat asal kelahirannya Desa Ligan, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya. Puluhan teman sepermainan dan warga pun telah menunggu kehadiran jenazah sang penegak hukum tersebut.

"Kami sangat haru saat mendapat kabar kepergian Jamaluddin. Mudah-mudahan amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah dan segala mendapat ampunan segala dosanya," kata warga Kecamatan Senagan, Abdullah.

Setelah itu, jenazah dimakamkan. Jamaluddin dikebumikan persis di samping makam ibunya. Pun berdekatan dengan kuburan bapak serta kakak laki-laki almahum yang telah lebih dulu menghadap sang khalik.

"Semoga kasus ini segera di usut tuntas oleh pihak kepolisian," kata Ketua PN Medan Sutio Jumagi Akhirno.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More