Minggu 01 Desember 2019, 07:10 WIB

Mantan Napi Teroris Tusuk Warga di London Bridge

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Mantan Napi Teroris Tusuk Warga di London Bridge

AFP/Niklas HALLE
Polisi Berjaga di sekitar London Bridge pascapenusukan oleh mantan napi teroris.

 

TERSANGKA penusukan di London Bridge yang menewaskan dua orang ternyata seorang mantan napi teroris yang dibebaskan tahun lalu. Tiga orang juga dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

Polisi Inggris mengidentifikasi pria yang ditembak mati oleh polisi itu sebagai Usman Khan, 28. "Sosok ini telah dikenal oleh polisi setelah dia divonis bersalah melakukan aksi terorisme pada 2012. Dia dibebaskan dari penjara pada Desember 2018," kata Wakil Komisioner Polisi Neil Basu, kemarin.

Pembebasan Khan dari penjara tahun lalu datang setelah dia setuju untuk mengenakan tanda elektronik dan mengawasi pergerakannya.

Dewan Pembebasan Bersyarat mengaku tidak terlibat dalam pembebasan Khan dengan mengatakan dia tampaknya telah dibebaskan secara otomatis dengan lisensi (seperti yang dipersyaratkan oleh hukum).

Petugas telah menggeledah sebuah alamat di Staffordshire, tempat Khan tinggal. "Kami masih dalam tahap awal penyelidikan. Saat ini kami tidak secara aktif mencari orang lain sehubungan dengan serangan itu," kata Basu.

Polisi terus melakukan penyelidikan dengan cepat untuk memastikan tidak ada orang lain yang terlibat dalam serangan ini dan tidak ada ancaman luar biasa bagi publik.

"Dari informasi yang berhasil kami kumpulkan, pelaku penyerangan sebelumnya menghadiri sebuah acara di Fishmonger's Hall berjudul Learning Togetther, Jumat (29/11)."

"Kami menyakini aksi penyerangan berawal dari dalam gedung itu sebelum dia pergi dan melanjutkan aksinya di London Bridge, tempat dia kemudian ditembak mati polisi," imbuhnya.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan sekelompok orang berusaha membekuk pelaku teror di London Bridge, London, Inggris, Jumat (29/11).  Salah satu orang menjauhkan pisau yang dipakai pelaku sebelum polisi datang dan menembak pelaku yang mencoba berdiri.

Wali Kota London, Sadiq Khan, memuji para warga yang berusaha bergumul dengan si pelaku walapun mereka berisiko terluka. Polisi pun mengklaim mereka datang pukul 13.58 waktu setempat dan menembak mati pria itu empat menit sesudahnya.

PM Inggris Boris Johnson langsung menghentikan kunjungannya dan kembali ke London untuk rapat darurat. Dia mendengarkan pemaparan penusukan itu dan melayangkan pujian atas respons cepat polisi dan publik. "Negara ini tidak akan menjadi pengecut atau terbelah hanya karena serangan itu."

Juru bicara Gedung Putih Judd Deere mengatakan AS mengecam keras semua tindakan kekerasan yang mengerikan terhadap orang-orang tidak bersalah. "Kami berjanji mendukung penuh sekutu kami, Inggris," tegasnya. (AFP/BBC/Hym/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More