Sabtu 30 November 2019, 22:33 WIB

Wamenlu: Batas Politik Dalam dan Luar Negeri Sudah Tidak ada Lagi

Wamenlu: Batas Politik Dalam dan Luar Negeri Sudah Tidak ada Lagi

MI/RAMDANI
Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar

 

WAKIL Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar, mengatakan garis yang membatasi konsep lingkup politik domestik dan luar negeri kini sudah tidakada lagi, dan kedua aspek tersebut telah melebur menjadi satu.

Pernyataan tersebut dikatakan saat mengisi acara dialog berjudul ‘Indonesian Policy Under President Jokowi’s Second Term: New Priorities, New Expectations, New Initiatives?’ yang merupakan bagian dari acara Conference on Indonesian Foreign Policy 2019 di The Kasablanka, Jakarta, Sabtu.

“Kalau dulu ada yang mengatakan bahwa politik dalam negeri atau politik konstituen itu tidak keluar dari perbatasan negara, karena kalau keluar itu menjadi foreign policy. Sekarang batasan itu sudah tidak ada lagi,” katanya.

Menurut dia, kedua konsep itu kini telah berpadu menjadi satu dan saling menopang kepentingan satu sama lain.

Politik dalam negeri yang menyangkut kepentingan antarpartai dan kepentingan yang ingin didorong untuk urusan internal juga direpresentasikan di luar, sementara kebijakan luar negeri juga diterapkan untuk menarik kepentingan dan popularitas di dalam negeri.

“Itu berlaku untuk seluruh dunia,” jelasnya.

Integrasi semacam itu, menurut dia, juga berlaku di tatanan dialog atau kerja sama internasional, di mana tatanan multilateral, regional, dan nasional telah bercampur menjadi satu.

Saat dijumpai usai mengisi acara dialog tersebut, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu mengatakan fenomena tersebut tak menjadi soal bagi Indonesia.

“Kita negara demokrasi. Kalau negara demokrasi tidak ada soal apa yang terjadi di global dan dalam negeri. Semua terbuka, transparan, dan ada akuntabilitas, dan prosesnya tidak bisa disembunyikan. Tidak perlu ada yang disembunyikan. Ini kekuatan luar biasa bagi kita,” jelasnya.

Dia pun mengatakan dalam kondisi tatanan global saat ini, demokrasi dan kebijakan luar negeri yang jelas, terbuka dan transparan menjadi suatu leverage bagi Indonesia.(OL-4)

Baca Juga

Dok.MI/Rommy Pujianto

Eks Kepala LP Sukamiskin Segera Disidang Lagi

👤Dhk/P-2 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 05:48 WIB
Kelimanya ialah Kepala LP Wahid Husein (menjabat Maret 2018), Kepala LP Deddy Handoko (menjabat 2016-2018), Direktur Utama PT Glori Karsa...
AFP Photo/Paolo Miranda/Medcom.id

Penghargaan bagi Nakes tidak Wajib

👤Ind/P-2 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 05:41 WIB
Pemerintah telah mengeluarkan insentif dan santunan kematian bagi petugas medis dan tenaga kesehatan yang melakukan penanganan...
Dok.DPR RI

RUU Ciptaker Jaga Kewenangan Pemda

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 05:35 WIB
DPD meminta jumlah daerah yang menjadi sampel dalam pembahasan daftar inventarisasi masalah  RUU Cipta Kerja...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya