Sabtu 30 November 2019, 21:39 WIB

Mapanbumi Gelar Pertemuan Bahas Hubungan dengan Umat Lain

mediaindonesia.com | Humaniora
Mapanbumi Gelar Pertemuan Bahas Hubungan dengan Umat Lain

Istimewa
Mapanbumi menggelar agenda lima tahunan Pesamuan Agung Luar Biasa di VIP Room, Novotel Samator, Surabaya, Jawa Timur.

 

MAJELIS Pandita Buddha Maitreya Indonesia (Mapanbumi) menggelar agenda lima tahunan Pesamuan Agung Luar Biasa di VIP Room, Novotel Samator, Surabaya, Jawa Timur.

Acara bertajuk 'SDM Unggul Mapanbumi Maju' tersebut berlangsung selama tiga hari, terhitung mulai Jumat (29/11) sampai dengan Minggu (01/12).

Pesamuan Agung Luar Biasa Mapanbumi bertujuan untuk mengodok kepengurusan tingkat pusat, mengevaluasi kinerja periode sebelumnya dan menyusun program kerja strategis yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan.

Jika agenda terdahulu lebih banyak membahas tentang hubungan eksternal antara Umat Buddha dan umat beragama lainnya serta masyarakat umum, kali ini Mapanbumi fokus membahas masalah internal terkait sumber daya manusia (SDM) untuk mempersiapkan pemimpin masa depan yang transformatif.

"Sesuai dengan tema, maka bahasan selama Pesamuan Agung Luar Biasa ini akan berfokus pada SDM, utamanya bidang pendidikan, regenerasi dan kaderisasi, karena masa depan milik mereka generasi milenial," ujar Arief Harsono sebagai Ketua Panitia sekaligus Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi).

"Selain itu akan dibahas juga bidang sosial, hubungan dan komunikasi dengan majelis agama Buddha lainnya dan komunikasi dengan agama lain yang ada di Indonesia," ujar Arief..

Mapanbumi terus mengembangkan bidang pendidikan baik Sekolah Umum maupun Sekolah Minggu Buddha (SMB) yang tergabung dalam Forum Sekolah Maitreya Indonesia (Fosmi). 

Sekolah Umum saat ini sudah berkembang di sembilan Provinsi dengan 26 yayasan pendidikan daerah se-Indonesia, 16.363 siswa, serta 2.107 tenaga guru atau pendidik.

Sementara itu, SMB Maitreya telah menjangkau hampir semua provinsi di Indonesia dengan jumlah siswa binaan juga mencapai puluhan ribu siswa. Secara khusus, Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti memiliki 7.300 siswa dan 450 guru atau pendidik.

Selain itu, ada juga Universitas Universal di Batam dengan jumlah mahasiswa lebih dari seribu orang dan STAB Maitreyawira di Pekanbaru yang akan terus dikembangkan untuk membangun generasi berjiwa kasih, mendukung program pemerintah mewujudkan Indonesia Harmonis Dunia Satu Keluarga.

"Jati diri umat Buddha Maitreya sebagai individu dan sebagai kelompok orang beriman adalah bertransformasi. Berubah dan berbenah sampai berbuah, yaitu terwujudnya keberadaban kasih menuju dunia satu keluarga. Dengan mempunyai SDM yang unggul cita-cita untuk mewujudkan Indonesia yang rukun damai dan harmonis akan lebih cepat tercapai," tutur Arief. (OL-09).

Di depan Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, Caliadi, ia meminta agar pemerintah membantu pelayanan Umat Buddha sampai ke pelosok negeri. Sebab, saat ini kepengurusan Permabudhi baru sampai pada tingkat Provinsi, belum menjangkau Kabupaten/ Kota, apalagi desa-desa terpencil.

"Kami sangat berharap pengurus Mapanbumi dapat dibentuk di setiap Kabupaten/ Kota karena keberadaan Vihara di daerah terpencil yang masih sulit dijangkau. Untuk itu kami mohon kepada Bapak Dirjen dapat menyelenggarakan atau membantu mengurus perwakilan Budha di daerah sehingga umat terlayani dengan baik, di segala bidang," katanya.

Caliadi selaku Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, secara pribadi dan atas nama pemerintah mengapresiasi Pesamuan Agung Luar Biasa Mapanbumi dalam rangka pembinaan teknis Umat Buddha seluruh Indonesia untuk mewujudkan harapan dan cita-cita membangun bangsa yang maju.

Apalagi, sepak terjang Permabudhi dan Mapanbumi selama ini dinilainya betul-betul menunjukkan kemajuan yang berarti dalam pelayanan kepada Umat Buddha.

Ia pun menyampaikan program kerja Dirjen Bimas Buddha secara sekilas dan memastikan bahwa program tersebut tepat sasaran sesuai yang diamanahkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Untuk membiayai program Bimas Buddha, ada dua pelayanan, pertama di bidang agama pelayananan keagamaan Buddha. Kedua program pelayanan di bidang pendidikan. Tujuannya mewujudkan masyarakat Buddha Indonesia taat beragama, moderat, cerdas, dan unggul. SDM Buddha Indonesia unggul, maka kualitas ketaatan beragama akan sangat bagus di aspek etika dan penghormatan. Tentunya pemerintah dalam hal ini Dirjen Bimas Buddha Kemenag akan mendukung Mapanbumi dan Permabudhi," ucap Caliadi.

Sebagai informasi, Pesamuan Agung Mapanbumi dibuka langsung oleh Caliadi selaku Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI. Disamping itu, ia juga secara simbolis menyerahkan Surat Penjelasan yang menyatakan bahwa Permabudhi merupakan mitra Pemerintah khususnya Kementerian Agama RI untuk memberikan pelayanan kepada Umat Buddha Indonesia.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More