Minggu 01 Desember 2019, 01:00 WIB

Incar Posisi Kedua Butuh 60 Emas

R-2 | Olahraga
Incar Posisi Kedua Butuh 60 Emas

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Menpora Zainudin Amali (tengah) bersama para atlet Indonesia.

MENTERI Pemuda dan Olah­raga (Menpora) Zainudin Amali menegaskan Indonesia harus bisa finis setidaknya di peringkat kedua di SEA Games 2019. Itu dikatakan Zainudin merupakan target dari Presiden Jokowi.

“Jadi target yang disampaikan Pak Presiden, berdasarkan berbagai pihak bukan hanya dari Kemenpora, melainkan dari berbagai pihak,” kata Zainudin dalam konferensi pers di Ballroom Hotel Diamond, Manila, Filipina, kemarin, seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia Budi Ernanto.

Dalam konferensi pers tersebut, hadir juga Duta Besar Indonesia untuk Fili­pina Sinyo Harry Sarundajang, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, Ketua Umum NOC (Komite Olimpiade Indonesia) Raja Sapta Oktohari, dan Komandan Kontingen (CdM) Indonesia Harry Warganegara.

Zainudin juga mengomentari pencapaian tim polo air putra Indonesia yang berhasil menyabet medali emas pertama di SEA Games. Menurutnya, polo air sendiri sebenarnya tidak dipatok untuk mendapat medali emas.

“Waktu saya datang ke tempat latihan tim polo putra, pelatihnya hanya senyum saja ketika diminta untuk bawa pulang medali emas. Soalnya kan Singapura sangat kuat di polo air,” kata Zainudin.

Terkait dengan target, Raja Sapta mengatakan Indonesia sebenarnya memasang target dapat memperoleh 45 medali. “Namun, karena Presiden ingin bisa rangking­ dua, setidaknya harus minimal 60 medali,” kata Raja Sapta.

Di bagian lain, Menpora Zainudin Amali terus memastikan kondisi logistik atlet Indonesia. Menpora mengunjungi dapur logistik kontingen Indonesia di New Port, Manila, Filipina, kemarin.

“Semuanya saya lihat aman. Ini saya juga makan langsung dan ternyata enak, apalagi sambalnya,” ungkap Zainudin yang berharap seluruh atlet konsentrasi penuh menghadapi setiap pertandingan. (R-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More