Sabtu 30 November 2019, 19:33 WIB

PKL Ringroad Cengkareng Tinggal Menghitung Hari

Sri Utami | Megapolitan
PKL Ringroad Cengkareng Tinggal Menghitung Hari

MI/Sri Utami
PKL di pasar yang terletak di ringroad Cengkareng, Jakarta Barat

 

PEDAGANG kaki lima (PKL) di pasar yang terletak di ringroad Cengkareng, Jakarta Barat, memohon agar diberi waktu berjualan hingga Hari Raya Natal tahun ini.

"Tolonglah Pak kami diberi izin setidaknya sampai setelah Natal. Kami butuh jualan. Dari mana kami cari uang lagi," ujar salah seorang pedagang Santi Purba saat ditemui Media Indonesia, Sabtu (30/11).

Dia dan pedagang lain juga telah mengajukan penundaan digusur ke Camat Cengkareng. Hanya saja, permohonan itu ditolak. Sehingga, para pedagang tetap akan digusur dalam hitungan hari setelah mereka berjualan di kawasan tersebut sekitar 30 tahun.

"Kami sudah memohon tapi dari camat bilang tidak bisa. Semua harus pergi dari sana," ucapnya.

Baca juga: Soal Nasib PKL di Jakarta, Satpol PP Masih Mau Pastikan Dulu

Hanya saja, sekitar 200 meter dari pasar tersebut, juga terdapat sekumpulan PKL berjualan, tepatnya di Jalan Bangun Nusa 2. Bedanya, PKL di lokasi itu masih relatif baru. Selain itu, mereka berjualan dengan memakan ruas jalan dan sebagian ada di atas saluran air.

PKL di Jalan Bangun Nusa 2, Cengkareng. (MI/Sri Utami)

"Kami bingung karena ratusan pedagang di sana dibolehkan berdagang. Bahkan difasilitasi tenda padahal itu jalan. Sedangkan kami berada jauh dari trotoar, tidak menganggu saluran air, tapi kami digusur," cetusnya.

Dia berharap Gubernur Anies Baswedan memikirkan nasib puluhan pedagang yang sudah 30 tahun menggantungkan nasib di berdagang di pinggir kawasan ringroad Cengkareng.

"Tolonglah pikirkan nasib kami. Kalau pedagang lain bisa berjualan di trotoar dan jalan, kenapa kami digusur," keluhnya.

Salah satu pedagang lainnya menuturkan para pedagang menerima surat gusuran bukan dari petugas resmi kecamatan melainkan seseorang berpakaian preman. Hal tersebut membuat para pedagang ragu atas legalitas surat tersebut.

"Kami terima surat peringatan ini tidak langsung dari petugas kecamatan. Tiba-tiba kami semua diminta untuk angkat kaki dari sini," ucap pedagang yang enggan disebutkan namanya itu.

Bahkan, menurut dia, mantan Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sonny Sumarsono sempat memastikan PKL di ringroad Cengkareng tidak akan digusur karena tidak mengganggu ketertiban umum.

Dia pun menegaskan sikap yang dilakukan camat termasuk telah melanggar Perda No 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. "Kalau melihat pedagang yang menggunakan bahu jalan itu sudah melanggar tetapi justru difasilitasi oleh pemerintah," tegasnya.

Camat Cengkareng Jakarta Barat A Faqih mengatakan, kawasan ringroad Cengkareng diperuntukkan menjadi taman. Hanya saja, kawasan itu digunakan oleh pedagang selama 30 tahun.

"Tanah itu memang diperuntukan untuk taman, mempercantik kota. Dan dari pedagang sudah sepakat mereka yang akan membongkar sendiri dan bukan dari kami yang masuk," jelasnya, Sabtu (30/11).

Menurutnya, kebijakan penataan pedagang tersebut sudah dilakukan di Jalan Bangun Nusa 2. Sedangkan kawasan ringroad Cengkareng peruntukan tanahnya akan dikembalikan untuk mempercantik Kecamatan Cengkareng.

"Para pedagang sudah kami minta atau relokasi di dekat sana juga. Dan saya sudah bicara dengan Bank DKI untuk memberikan pinjaman kredit bagi pedagang. Itu semua sudah saya pikirkan," tukasnya. (X-15)
Sri Utami

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More