Sabtu 30 November 2019, 18:19 WIB

Bangun Kilang Tuban, Pertamina Yakin Ciptakan Multiplier Effect

Faustinus Nua | Ekonomi
Bangun Kilang Tuban, Pertamina Yakin Ciptakan Multiplier Effect

ANTARA FOTO/Moch Asim
Proyek kilang minyak "Grassroot Refinery" (GRR) di Tuban, Jawa Timur.

 

PEMBANGUNAN kilang Grass Root Refinery (GRR) di Tuban, telah memasuki tahap early work yaitu pembersihan lahan sekitar 328 hektar serta pemulihan lahan abrasi (restorasi) seluas 20 Ha. Saat ini, dalam pembangunan tahap awal tersebut Pertamina telah menyerap 271 tenaga kerja lokal Tuban.

Kilang Tuban akan memberikan tambahan pasokan untuk kebutuhan BBM, LPG dan Petrokimia berkualitas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan kehadiran Kilang Tuban, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari kilang sendiri dan tidak perlu impor.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menegaskan bahwa pada pembangunan kilang tersebut juga akan menyerap 35% tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Pertamina berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 20.000 saat konstruksi dan 2.500 saat operasi.

"Jadi kami sudah juga merekrut 270 orang warga di sini. Nanti juga akan tambah untuk pekerjaan konstruksi selanjutnya," kata Nicke saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau lokasi proyek kilang di Tuban, Jawa Timur (30/11)

Proyek itu juga menciptakan multiplier effect lainnya, terutama di daerah sekitar lokasi di Tuban. Menurutnya pendapatan negara dan daerah baik dari pajak dan juga penguatan devisa negara akan meningkat karena mengurangi ketergantungan impor minyak.

Lebih lanjut Nicke menjelaskan bahwa setelah mendapatkan penetapan lokasi, Pertamina bergerak cepat untuk menyelesaikan persiapan lahan. Pihaknya telah membuat kesepakatan dengan pemerintah daerah dan masyarakat seperti penyiapan tenaga kerja lokal.

“Pertamina pro aktif membangun kemampuan dan keahlian tenaga kerja lokal. Selain telah menyerap 271 pekerja lokal, saat ini Pertamina juga telah memberikan beasiswa kepada 21 orang lulusan terbaik SMA/SMK di wilayah sekitar untuk melanjutkan kuliah di Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu,” ujarnya.

Nicke berharap para siswa tersebut bisa memiliki keahlian khusus (skilled) untuk bisa bergabung di Proyek Kilang Tuban, baik pada saat pembangunan maupun operasional kilang. Pertamina, lanjutnya mau menghilangkan stigma bahwa putra daerah yang direkrut ke sebuah industri adalah tenaga kerja non-skilled.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku senang saat meninjau lokasi proyek pembangunan kilang Tuban tersebut. Dia menegaskan proyek yang dibangun itu merupakan salah satu proyek strategis dari pemerintah.

"Kalau proyek ini jadi, bayangkan 20 ribu orang dapat kesempatan kerja. Dan pasti Tuban akan berubah menjadi sama hebatnya dengan Surabaya. Jadi satu pusat pertumbuhan di Jawa Timur," kata dia.

Menurutnya proyek Pertamina tersebut akan meningkatkan ekonomi masyarakat Tuban khususnya masyarakat sekitar lokasi. Akses dari dan menuju Tuban pun akan terus di tingkatkan dimana pemerintah pusat berencana membangun jalan tol dari Tuban menuju Surabaya.

"Ada renacana jalan tol kita perjuangkan supaya Tuban ini menjadi tempat yang gampang diakses," tambahnya.

Begitu pula dengan pembangunan pelabuhan yang merupakan bagian dari proyek kilang akan membuka akses daerah Tuban semakin terbuka dan mudah. Selain itu, pembangunan pelabuhan juga akan menambah pendapatan daerah dan pembangunan pun akan terus ditingkatkan.

“Bu Nicke silakan lakukan reklamasi. Kerja Pertamina luar biasa, semoga ini berhasil,” pungkasnya.

Kilang Tuban merupakan salah satu kilang tercanggih di dunia yang memiliki kapasitas pengolahan sebesar 300 ribu barel per hari yang akan menghasilkan 30 juta liter BBM per hari untuk jenis gasoline dan diesel. Selain itu, Kilang Tuban juga akan menghasilkan 4 juta liter avtur per hari serta produksi petrokimia sebesar 4.25 juta ton per tahun.

Untuk membangun megaproyek ini, Pertamina menginvestasikan sekitar USD16 miliar atau mencapai Rp225 triliun dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2026 mendatang. Proyek tersebut menempati area seluas kurang lebih 900 Ha.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More