Sabtu 30 November 2019, 17:43 WIB

Pertamina Kucurkan Rp225 Triliun Bangun Kilang Tercanggih

Faustinus Nua | Ekonomi
Pertamina Kucurkan Rp225 Triliun Bangun Kilang Tercanggih

Dok. Pertamina
Menteri Perhubungan dan Direktur Utama Pertamina di lokasi pembangunan kilar GRR Tuban, Jawa Timur

 

PT Pertamina (Persero) mengucurkan dana Rp225 triliun untuk membangun mega proyek kilang Grass Root Refinery (GRR) di Tuban, Jawa Timur. Mega proyek yang digarap perseroan merupakan salah satu kilang minyak tercanggih di dunia dengan menerapkan standar Euro V.

"Seluruh BBM yang diproduksi di Kilang Tuban memiliki standar terbaik di dunia yakni Euro V, sangat ramah dengan lingkungan," kata Diektur Utama Pertamina Nicke Widyawati di Tuban, Jawa Timur, sabtu (30/11).

Ia menjeklaskan, kapasitas pengolahan tersebut, sebesar 300 ribu barel per hari yang akan menghasilkan 30 juta liter BBM per hari untuk jenis gasoline dan diesel. Selain itu, kilang Tuban juga akan menghasilkan 4 juta liter avtur per hari serta produksi petrokimia sebesar 4.25 juta ton per tahun.

Nicke menambahkan bahwa proyek tersebut sejalan dengan arahan Pemerintah untuk menekan impor minyak. Kilang Tuban menjadi salah satu proyek strategis nasional yang dikawal langsung oleh Pemerintah.

Baca juga : Menhub Tinjau Pembangunan Kilang GRR Tuban

"Ini salah satu proyek prestisius dan sangat strategis dalam membangun kemandirian dan kedaulatan energi nasional," tambahnya.

Kilang Tuban akan memberikan tambahan pasokan untuk kebutuhan BBM, LPG dan Petrokimia berkualitas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan kehadiran Kilang Tuban, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari kilang sendiri dan tidak perlu impor.

Saat ini, proyek kilang Tuban telah memasuki tahap early work yaitu pembersihan lahan sekitar 328 hektar serta pemulihan lahan abrasi (restorasi) seluas 20 Ha. Dalam pembangunan tahap awal tersebut Pertamina telah menyerap 271 tenaga kerja lokal Tuban.

"Dampaknya juga tentu akan sangat besar dirasakan masyarakat sekitar proyek, khususnya Tuban dan sekitarnya,” pungkasnya.(OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More