Sabtu 30 November 2019, 15:00 WIB

Menhub Tinjau Pembangunan Kilang GRR Tuban

Faustinus Nua | Ekonomi
Menhub Tinjau Pembangunan Kilang GRR Tuban

MI/Faustinus Nua
Menhub Budi Karya (tengah) didampingi Dirut Pertamina Nicke (kedua dari kanan) mengunjungi proyek kilang GRR Tuban.

 

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau pembangunan megaproyek kilang minyak di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (30/11).

Proyek Grass Root Refinery (GRR) tersebut dikelola PT Pertamina (Persero) yang pembangunannya terintegrasi dengan Petrokimia.

"Saya luar biasa senang di sini. Surprise satu megaproyek yang akan dibangun Pertamina. Saya diperintahkan presiden kawal proyek-proyek yang menjadi inisiatif Pemerintah," kata Menhub Budi Karya di lokasi proyek GRR Tuban, Jawa Timur (30/11).

Proyek pembangunan kilang merupakan salah satu proyek strategis nasional Pemerintahan Joko Widodo.

Baca juga: Presiden Puas dengan Perkembangan Proyek Patimban

Indonesia, lanjutnya, sangat membutuhkan kilang-kilang minyak baru mengingat kebutuhan minyak dan gas nasional yang terus meningkat.

"Bayangkan ada 260 juta penduduk Indonesia membutuhkan minyak itu sendiri. Oleh karenanya, tadi saya sudah dijelaskan oleh Bu Nicke (Dirut Pertamina) untuk membangun satu kilang," tambahnya.

Pembangunan kilang Tuban dilakukan melalui kerja sama antara PT Pertamina dengan Rosneft Oil Company (Rusia) melalui pembentukan perusahaan Joint Venture PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PT PRP&P) pada 28 November 2017 dengan kepemilikan Pertamina 55% dan Rosneft 45%.

Menurut Dirut Pertamina Nicke Widyawati, kapasitas pengolahan minyak yang dibangun mencapai 300 ribu barel per hari dengan investasi mencapai US$16 miliar atau sekitar Rp225 triliun.

Adapun kilang tersebut akan menjadi kilang dengan teknologi tercanggih di dunia yang memproduksi Euro V (kualitas minyak terbaik).

"Ini kilang yang sudah ditunggu sejak lama, jadi kami siap. Ini sudah mulai pekerjaan reklamasi tahap pertama. Jadi akan dilanjutkan sampai 200 ha," kata Nicke.

Proyek kilang Tuban direncanakan selesai pada 2026, dengan Mechanical completin direncanakan pada awal 2026 dan Operation Acceptance pada Juni 2026 dan dengan program akselerasi diharapkan selesai Juni 2026. (OL-2)

Baca Juga

MI/Pius Erlangga

PT SMI Cairkan Pinjaman Rp1,857 Triliun ke 8 Daerah

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 26 November 2020, 22:12 WIB
Dari 19 daerah yang telah disetujui itu, Pulau Jawa masih mendominasi pinjaman dengan porsinya 64%, Sulawesi 23%, Sumatera 10%, Maluku dan...
DOK IST

Tekan Biaya Produksi dengan Buah Bintaro

👤Gana Buana 🕔Kamis 26 November 2020, 21:38 WIB
Penurunan oil content secara otomatis menghemat penggunakan...
DOK IST

Penjualan Pocky Capai 589,9 Juta Dolar AS

👤Budi Ernanto 🕔Kamis 26 November 2020, 21:35 WIB
Data penjualan sebesar US$589,9 juta sepanjang 2019 di seluruh...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya