Sabtu 30 November 2019, 11:39 WIB

PP No 44 Tahun 2015 Direvisi, Santunan BP Jamsostek Meningkat

mediaindonesia.com | Ekonomi
PP No 44 Tahun 2015 Direvisi, Santunan BP Jamsostek Meningkat

Istimewa
Kegiatan 'Gowes Bareng' dengan tema ‘Gowes Sehat, Pekerja Hebat’ yang start dari Gedung Menara Jamsostek, Jakarta, Sabtu (30/11).

 

DALAM rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-42, BPJS Ketenagakerjaan atau yang kini dikenal dengan BP Jamsostek mendukung pelaksanaan kegiatan 'Gowes Bareng' dengan tema ‘Gowes Sehat, Pekerja Hebat’ yang start dari Gedung Menara Jamsostek, Jakarta, Sabtu (30/11).

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto yang ditandai dengan pengibaran bendera start untuk melepas 600 peserta dari berbagai komunitas sepeda kantor di Jakarta dan sekitarnya.

Rombongan pesepeda tersebut akan melintasi trek sepanjang 15 kilometer, dimulai dari Menara Jamsostek yang terletak di jalan Gatot Subroto, kemudian menuju ke Bundaran Semanggi, lalu menyusuri Jalan Jendral Sudirman hingga Jalan MH Thamrin. Selanjutnya rombongan berputar di Patung Arya Wijaya untuk kembali lagi ke Menara Jamsostek.

Seusai mengikuti kegiatan Gowes Bareng kepada para wartawan, Dirut BP Jamsostek Agus Susanto mengatakan bahwa kegiatan dengan tema ‘Gowes Sehat, Pekerja Hebat’ adalag bagian dari  rangkaian kegiatan HUT ke-5  BPJS Ketenagakerjaan (TK) kelima dan HUT ke-42 BP Jaminan Sosial dari Astek hingga menjadi BPJS TK.

“Kegiatan ini juga memperkenalkan panggilan baru BPJS Ketenagakerjaan menjadi BP Jamsosbtek. Kenapa diubah? BPJS Ketenagakerjaan panjang sekali sering tertukar dengan BPJS Kesehatan. Untuk mempermudah masyarakat dalam membedakan mana yang BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, kita menggunakan nama panggilan BP Jamsostek,” papar Agus.

Bertepatan dengan peringatan HUT ke-42, Dirut BP Jamsostek ingin menekankan dan mengajak para pekerja khususnya peserta BP Jamsostek untuk melakukan kegiatan fisik dan berolahraga.

“Kenapa? karena kita ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia bahwa sehat itu sangat penting terutama kepada para pekerja. Para pekerja harus sehat dan menjadi pekerja yang hebat. Sehat harus bagaimana? Sehat haruslah berolahraga,” ujar Agus.

Agus juga ingin mengampanyekan Work Life Balance. “Saya mengenalkan Work Life Balance dikampanyekan ILO (Organisasi Buruh Internasional) dan ISSA (Asosiasi Jaminan Sosial Internasional) serta beberapa negara maju sudah sangat concern mengampanyekan Work Life Balance kepada seluruh pekerjanya.”

Selama ini, para pekerja lebih diserukan untuk menerapkan 3K (keamaan, kesehatan, dan keselamatan kerja). “Sekarang kita menambagkan lagi dengan Work Life Balance atau keseimbangan kehidupan dalam bekerja,” kata Agus.

“Work Life Balance mengajak pekerja untuk menyeimbangkan waktu antara bekerja dengan waktu dengan keluarga dan kehidupan pribadinya di antaranya kegiatan olahraga,” ujarnya.

 Peningkatan manfaat BP Jamsostek

Bertepatan dengan HUT ke-42 BP Jamsostek, Agus menginformasikan bahwa Peraturan Pemerintah No 44 Tahun 2015 telah direvisi dan telah ditandatangani Presiden Joko Widodo. Pihak BP Jamsostek hanya menunggu surat resmianya.   

 “Alhamdulilah, dengan revisi UU No 44, telah dilakukan peningkatan manfaat BP Jamsostek bagi peserta yang mengalami kecelakaan dan kematian dari sebelumnya,” tutur Agus.

Sebelumnya, jika peserta meninggal, hanya satu anaknya diberi beasiswa hanya satu kali saja dengan nilai Rp12 juta. “Dengan revisi UU No 44 Tahun 2015, yYang paling signifikan adalah manfaat beasiswa dari anak peserta BP Jamsostek yang mengalami kematiaan, maka dua anaknya akan mendapat beasiswa hingga menempuh gelar sarjana,” papar Agus.

 Agus menjelaskan kini, peserta BP Jamsostek yang meninggal, dua anaknya diberikan beasiswa dari sekolah dasar sampai lulus sarjana. “Ini uang pendidikannya saja. Kalau diuangkan total mencapai  Rp174 juta untuk beassiswa dua anak.”      

Santuan untuk program jaminan kematian juga mengalami peningkatan dua kali lipat. Jika sebelumnya santuan uang pemakaman Rp3 juta, kini menjadi Rp10 juta. Total santuan sebelumnya Rp24 juta, kini menjadi Rp42 juta.

“ Alhamadulilah. Ini adalah tekad pemerinrah seiring dengan peningkatan SDM unggul Indoneasia maju yang dicanangkan Presiden Jokowi,” tutur Agus. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More