Sabtu 30 November 2019, 11:17 WIB

Konferensi Kebijakan Luar Negeri Indonesia Terbesar Digelar

Haufan Hasyim Salengke | Politik dan Hukum
Konferensi Kebijakan Luar Negeri Indonesia Terbesar Digelar

MI/Haufan Hasyim Salengke
Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2019

 

RIBUAN orang mengikuti konferensi tahunan tentang kebijakan luar negeri Indonesia atau Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2019 bertempat di Kasablanka Hall, Jakarta, Sabtu (30/11). Kegiatan itu digelar oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).

CIFP 2019 mengetengahkan tema “Cooling Off The Hot Peace Strategic Opportunities and Economic Remedies for a Distressful World".

Tema itu dipilih karena penyelenggara percaya kembali munculnya persaingan geostrategi, ketidakpercayaan, ketidakstabilan, dan kekacauan dalam urusan dunia saat ini. Maka istilah dari 'hot peace' merupakan tantangan paling serius bagi perdamaian dunia.

"Hot peace adalah area konflik yang meluas dari siber, ruang, teknologi, bisnis, dan lain-lain," ujar Dino Patti Djalal, Founder FPCI, dalam paparannya.

Baca juga: Polri Dorong Kesepakatan dengan Filipina untuk Cegah Penyanderaan

Dalam sebuah keterangan tertulis disebutkan, CIFP adalah forum nonpolitik, terbuka, dan independen, yang diadakan setiap tahun.

"Kegiatan ini juga memfasilitasi diskusi publik tentang hubungan Indonesia dengan dunia dalam semua aspek yang bergantung dengan geopolitik, keamanan, pertahanan, ekonomi, budaya, lingkungan, dan pemuda," kata keterangan tersebut.

CIFP juga disebut dengan festival diplomasi, yang menyediakan titik pertemuan bagi para menteri, pejabat pemerintah, duta besar, diplomat, pakar, politisi, selebritas, tokoh perusahaan, tokoh masyarakat, perwira militer dan intelijen, penelitian, jurnalis, pengamat, dosen, dan mahasiswa dari seluruh Indonesia.

CIFP 2019 adalah yang kelima kalinya, yaitu konferensi mengenai kebijakan luar negeri terbesar yang diadakan di Indonesia, berfokus pada kebijakan luar negeri Indonesia.

Konferensi tahun ini memiliki target peserta sebanyak 10.000 orang. CIFP 2019 menghadirkan Dino Patti Djalal selaku Founder FPCI, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Letjen (Purn) Prabowo.

Selain itu, FPCI bekerja sama dengan Bumi Langit Universe, mendatangkan beberapa nama pahlawan yang akan muncul di beberapa film Jagat Bumi Langit yang akan datang, di antaranya Pevita Pearce sebagai Sri Asih, Tara Basro sebagai Merpati, dan Kelly Tandiono sebagai Bidadari Mata Elang.

Para pahlawan dalam film jagat Bumi Langit ini diharapkan mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat luas mengenai pandangan mereka terkait permasalahan dibidang ekonomi, sosial, kepemudaan, dan sebagainya.

Selain menghadirkan 17 sesi parallel, CIFP 2019 juga menyediakan spot pameran menarik dari negara-negara sahabat, di antaranya Australia, Kanada, Uni Eropa, dan Tiongkok. Bumi Langit juga akan memamerkan koleksi action figure, poster, dan komik mereka, dalam boothnya.

Ada pun tiket masuk tidak dipungut biaya dan terbuka untuk umum. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More