Sabtu 30 November 2019, 07:45 WIB

Menteri PPPA Ingin Perempuan Jadi Pahlawan Ekonomi Keluarga

Rifaldi Putra Irianto | Humaniora
Menteri PPPA Ingin Perempuan Jadi Pahlawan Ekonomi Keluarga

MI/Rifaldi Putra Irianto
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga berdialog dengan warga Karang Asem, Bali. Sabtu (30/11).

 

BERBICARA soal kesejahteraan keluarga, persepsi lama yang terbentuk di masyarakat mengatakan suami merupakan tulang punggung keluarga yang mencari nafkah, sedangkan istri hanya mengurusi urusan domestik.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menegaskan anggapan seperti ini harus segera diperbaiki. Sebab, seluruh unsur dalam keluarga memiliki tanggung jawab dan kewajiban mendukung terwujudnya kesejahteraan keluarga itu sendiri.

"Perempuan harus bisa menjadi pahlawan ekonomi keluarga, banyak cara yang bisa dilakukan salah satunya dengan menjadi perempuan wirausaha. Sudah saatnya perempuan mulai melakukan upaya-upaya preventif dengan berwirausaha yang nantinya akan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga," tutur Bintang Puspayoga dalam kegiatan Bincang Bintang di GOR Karangasem, Bali, Sabtu, (30/11).

Baca juga: Kemensos Komitmen Libatkan Disabilitas dalam Pembangunan

Ia mengatakan, peran perempuan sebagai pahlawan ekonomi pada keluarga layak diperhitungkan. Sebab, menurutnya, perempuan bukan hanya bisa menjadi pendamping suami.

"Kita selaku perempuan tidak hanya menjadi pendamping suami, tidak hanya menjadi ibu dari anak-anak tapi juga kita bisa berkontribusi dalam hal nafkah keluarga, Peran perempuan sebagai pahlawan ekonomi rumah tangga sejatinya layak diperhitungkan dan perlu dikembangkan," sebutnya.

Ia pun berpesan kepada para perempuan mengenai bagaimana kiat-kiat menjadi wirausaha yang baik serta dapat meningkatkan usaha, serta bisa bertahan di pasar.

"Sejak dulu, masalah yang kerap terjadi di bidang usaha itu kalau tidak modal pasti pasar, asalkan ibu-ibu semua mampu meningkatkan kualitas usahanya. Yang namanya modal dan pasar itu akan datang sendirinya dari mana saja," ucapnya.

"Kemudian, Jangan lagi menunggu misalnya suami sudah tidak bisa menafkahi baru kita ada niat untuk berusaha, dari awal harusnya kita siapkan diri kalau kita dapat menjadi perempuan yang tangguh tidak hanya menjadi ibu pendidik anak, tapi kita juga mampu untuk mewujudkan bahwa kita mampu untuk menghidupi keluarga, " imbuhnya.

Ia juga berharap semakin banyak muncul perempuan yang menjadi pahlawan-pahlawan ekonomi rumah tangga. Serta memohon kepada pemerintah daerah untuk dapat membantu para ibu-ibu menjadi pahlawan-pahlawan ekonomi.

"Kami berharap semakin banyak ibu-ibu yang tergerak menjadi pahlawan ekonomi keluarga, kami juga mohon bantuan dari pada pengambil kebijakan, Bupati beserta jajaran pemerintah daerah untuk memberikan perhatian kepada para ibu-ibu ini," tukasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More