Kamis 28 November 2019, 22:55 WIB

19 bank di Indonesia Dinilai Terbaik dalam Pembiayaan UMKM

Ahmad Fauzi | Ekonomi
19 bank di Indonesia Dinilai Terbaik dalam Pembiayaan UMKM

Istimewa
Para wakil dari sejumlah bank yang dinilai terbaik dalam pembiayaan UMKM.

 

SEBANYAK 19 bank di Indonesia dinilai berkinerja terbaik dalam memberikan dukungan pembiayaan kepada UMKM dengan indikator pertumbuhan kredit dan rasionya yang memihak kepada usaha mikro dan kecil.

Pemimpin Umum Majalah Peluang Irsyad Muchtar di Jakarta, Kamis (28/11), mengatakan pihaknya mengukur bank-bank berkinerja terbaik dalam pembiayaan UMKM dengan metodologi penilaian rating mengedepankan pertumbuhan dan rasio.

“Kami berharap dengan adanya rating ini, perbankan semakin bergairah untuk menyalurkan dananya kepada UMKM,” katanya.

Pada kriteria pertumbuhan diukur perkembangan tahunan kredit usaha mikro kecil dan kredit UMKM selama 2017-2018.

Sementara ukuran rasio yang digunakan meliputi rasio kredit UMKM terhadap total kredit, rasio kredit bermasalah UMKM, rasio kredit UMK terhadap kredit UMKM, dan rasio permodalan.

Sebanyak 19 bank berkinerja terbaik dalam pembiayaan UMKM yakni BRI, BNI, Bank Mega, Bank Jateng, Bank Bukopin, Bank KEB Hana Indonesia, Bank Mandiri Taspen, Bank Nagari, Bank Sulselbar, BTPN Syariah, dan Bank Mestika Dharma.

Kemudian Bank BCA Syariah, Bank Sahabat Sampoerna, Bank Jasa Jakarta, Bank Oke Indonesia, Bank Bengkulu, Bank Yudha Bhakti, Bank Amar Indonesia, dan IBK Bank Indonesia.

Irsyad mengatakan, pemerintah mendorong perbankan untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor UMKM melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/12/PBI/2015 tentang Pemberian Kredit atau Pembiayaan oleh Bank Umum dan Bantuan Teknis dalam rangka pengembangan UMKM.

“Dalam regulasi tersebut, rasio kredit UMKM terhadap total kredit setiap bank ditargetkan minimal sebesar 20 persen pada akhir 2018,” katanya. (Faw/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More