Sabtu 30 November 2019, 02:00 WIB

Polisi Sita 3.800 Bom Molotov

Melalusa Susthira K | Internasional
Polisi Sita 3.800 Bom Molotov

Anthony WALLACE / AFP
Polisi memeriksa barang bukti berupa bom molotov milik demonstran di Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU), di Hung Hom, Hong Kong.

 

Kepolisian Hong Kong mengamankan 3.800 lebih bom molotov setelah mengepung kampus Polytechnic University of Hong Kong, Jumat (29/11).

Asisten Komisaris Chow Yat-ming, kemarin, mengatakan pihaknya masih ada pekerjaan yang harus dilakukan sebelum mengembalikan kampus yang aman ke manajemen universitas.

“Atas dasar kemanusiaan, kami berharap untuk menangani ini melalui cara-cara yang damai dan fleksibel. Tujuan utamanya ialah keamanan kampus,” katanya.

“Kami akan mencoba meyakinkan mereka untuk menerima perawatan medis. Kami akan merekam (identitas mereka) dan menanganinya nanti, “ katanya.

Rekaman media menunjukkan kampus dalam keadaan kacau dengan petugas pemadam­ kebakaran mengeluarkan batu bata dari parapet dan mengambil botol kaca yang sebelumnya dipenuhi dengan cairan mudah terbakar.

Dikutip dari South China Morning Post, Jumat (29/11), polisi menyita 3.801 bom molotov, 921 tabung gas, dan 588 bahan kimia termasuk asam dan cairan korosif lainnya selama pencarian mereka di universitas.

Sebanyak 100 tabung gas lainnya diikat ke bom bensin, sementara polisi juga menemukan 12 busur, 200 panah, dan senapan angin.

Dinas pemadam kebakaran juga memeriksa podium, laboratorium, dan ruang penyimpanan barang berbahaya dan menemukan sejumlah besar cairan berbahaya, termasuk 550 liter bensin, 20 liter cairan korosif, dan 80 liter zat beracun.

Pemogokan baru

Para aktivis bersumpah untuk kembali melancarkan aksi demonstrasi dan memulai pemogokan baru. Seruan baru turun ke jalan datang setelah pemerintah Tiongkok dan Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menolak konsesi politik lebih lanjut meskipun partai prodemokrasi beroleh kemenangan telak dalam pemilu lokal yang digelar akhir pekan lalu.

Forum daring yang digunakan untuk mengatur gerakan massa menyerukan aksi unjuk rasa besar pada Minggu (1/12). Selanjutnya, para pendemo berencana melancarkan aksi yang menargetkan perjalanan di jam-jam sibuk pagi hari, Senin (2/12).  

“Jika pemerintah komunis Hong Kong mengabaikan opini publik itu, kami akan berkembang di mana-mana selama lima atau enam hari berturut-turut. Kami harus menetapkan waktu,” tulis salah satu unggahan di forum daring Hong Kong LIHKG yang mendapat persetujuan para pengguna.

Ratusan demonstran telah meninggalkan Kampus PolyU dalam beberapa hari terakhir. Sebagian besar ditangkap, sementara itu beberapa di antaranya menyelinap keluar melalui sistem drainase ataupun melarikan diri dengan tali. Puluhan demonstran lainnya mencoba bertahan di dalam kampus. (AFP/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More