Jumat 29 November 2019, 22:50 WIB

#MempermainkanRuang, Memperluas Akses ke Pentas Teater

Deri Dahuri | Humaniora
 #MempermainkanRuang, Memperluas Akses ke Pentas Teater

Istimewa
Pementasan Samara: Anniversaria oleh Teater Pandora di Lucy in The Sky, Jakarta, Kamis (28/11).

 

PERTUNJUKAN teater selama ini identik dengan pementasan di gedung pertunjukan khusus. Nah, apa jadinya bila teater dipentaskan di restoran, bar, dan kedai kopi? Tetap seru, menarik!

Setidaknya, hal itu dibuktikan pada pementasan Samara: Anniversaria oleh Teater Pandora di Lucy in The Sky, Jakarta, Kamis (28/11). Kisah Samudera dan Lara dalam hubungan pernikahan yang rumit itu melibatkan penonton untuk turut menyatakan kejujuran dan berinteraksi langsung dengan para pemain.

Pementasan tersebut merupakan bagian dari gerakan #MempermainkanRuang yang diinisiasi Teater Pandora. Gerakan itu merupakan respons terhadap terbatasnya ruang kebudayaan di Jakarta. Ruang di sini bukan hanya terkait space, melainkan juga akses, kesempatan, kepercayaan, dan penerimaan terhadap teater.

“Teater Pandora mengalami bahwa baik ruang fisik maupun ruang penerimaan teater masih sangat terbatas. Akses secara kebijakan, kesempatan di industri, juga kepercayaan penonton menjadi tantangan besar bagi teater. Dari pada mengeluh, Teater Pandora menginisiasi gerakan  #MempermainkanRuang,” ujar Yoga Mohamad, sutradara Teater Pandora, pada diskusi jelang pementasan yang juga dihadiri artis Teuku Rifnu Wikana dan Putri Ayudya.

Gerakan #MempermainkanRuang dimulai teater yang digawangi anak-anak muda itu pada 2019 ini. Mereka melakukan gerilya dan eksplorasi ruang-ruang asing, tempat-tempat yang masih tidak umum untuk pementasan teater di Jakarta. Teater Pandora rehat sejenak dari gedung pertunjukan dan melakukan pentas di bar, kedai kopi, dan hotel!

“Membuka ruang pementasan di mana pun memungkinkan Teater Pandora untuk produktif, 11 pementasan dalam satu tahun,” sambung Alfianda Karuza, Business Development Teater Pandora.

Alfianda menambahkan, #MempermainkanRuang  bukan soal macam-macam tempat pentas saja, melainkan juga mendekatkan teater dengan penontonnya. Teater Pandora mengunjungi ruang berkumpul khalayaknya.

"Kini kita bisa menikmati pertunjukan teater sembari minum kopi dengan santai. Angan-angan Teater Pandora adalah membangun budaya menonton teater sebagai bagian dari budaya populer, mementahkan tuduhan kuno dan membosankan yang masih melekat pada teater di kalangan anak muda Indonesia.” ucapnya.

Dalam menggaungkan gerakan #MempermainkanRuang Teater Pandora berkolaborasi dengan berbagai pihak yang punya semangat sama. Salah satunya adalah Syah Establishments Group yang menaungi Hotel Monopoli.

Tahun depan, bersama Hotel Monopoli dan ArtNow, Teater Pandora akan mempersembahkan produksi imersif terbesarnya, Saudade No.1: Vivere Medeia. Ini adalah bagian pertama dari trilogi Saudade yang mengokupasi satu gedung hotel, mengaktivasi belasan ruang permainan dengan gaya imersif.

Aktor Teuku Rifku Wikana mengungkapkan, sejatinya, pentas-pentas ‘teater’ di ruang-ruang nongedung pertunjukan sudah dipraktikkan di beberapa daerah oleh kelompok lokal.

“Bedanya, apa yang dilakukan teater Pandora ini lebih rapi, lebih terkonsep. Saya berharap gerakan ini semakin menghidupkan seni teater di Indonesia,” pungkasnya. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More