Jumat 29 November 2019, 22:28 WIB

Jelang Munas Golkar 2019, Erlangga Diunggulkan Jadi Ketua Umum

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Jelang Munas Golkar 2019, Erlangga Diunggulkan Jadi Ketua Umum

Istimewa
engamat politik dari Parameter Research Consultant, Edison Lapalelo.

 

BURSA calon ketua umum Partai Golkar mulai memanas jelang Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Jakarta, pada 3-5 Desember 2019. Perubahan situasi di partai berlambang beringin dinilai sebagai sebuah dinamika jelang Munas Partai Golkar 2019.

Pengamat politik dari Parameter Research Consultant, Edison Lapalelo, menilai memanasnya suhu politik di Partai Golkar jelang Munas berdampak pada peta situasi politik nasional.

"Suka atau tidak suka tentunya dinamika Munas Partai Golkar sangat berdampak pada situasi politik nasional, karena Partai Golkar adalah partai yang komplit secara organisasi," ujar Edison Lapalelo di Jakarta, Jumat (29/11).

"Partai Golkar juga mempunyai sumber daya yang kuat. Sumber daya kadernya, ekonominya partainya, pengalaman partainya sehingga Partai Golkar ini berdampak pada sejarah perpolitikan bangsa dan pergerakan politik luar negeri," tutur Edison.

Dua kandidat ketua umum Golkar, Bambang Soesatyo dan Erlangga Hartato, sama memiliki massa pendukung dengan jumlah besar.

Erlangga diunggulkan

"Situasi politik nasional secara umum saat ini tentunya menguntungkan Erlangga, tetapi bila kita melihat pada segmentasi tradisi politik maka sesungguhnya dari teori tradisi klasik politik memberi pesan bahwa Erlangga dipastikan akan kembali menjadi ketua umum Partai Golkar," jelas Edison.

"Tetapi bila kita mengguknaan teori tradisi pencerahan politik, maka sangat terbuka ruang besar bagi Bambang Soesatyo untuk dapat mengelola dinamika Munas dan dapat menjadi ketua umum Partai Golkar," jelas Edison.

Edison sepertinya meyakini betul jika sosok Erlangga bakal duduk sebagai ketua umum Golkar periode berikutnya.

Ia mengurai secara persentasi antarkedua kandidat ketua umum Golkar, Erlangga diprediksi bakal menang bila dilaksanakan pekan ini.

"Bila Munas Golkar dilaksankan hari ini maka saya merasa akan terjadi pertarungan yang ketat dan secara umum dan terbuka saya melihat Erlangga sedikit lebih unggul," jelas Edison.

Edison menilai Erlangga terbantu oleh situasi politik dan simbolisasi sistem yang sangat kuat.

Menurut Edison, jika ditanya berapa angka perbandingannya, dari 100 % suara di Partai Golkar saya berasumsi sampai saat ini Erlangga unggul dengan 47 %: 40% : 13 %.

"Artinya 47 % mendukung Erlangga Hartato, 40% mendukung Bambang Soesatyo, dan 13 % dukunganya masih bersayap (swing vote)." papar Edison.

Edison memantai suara dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I dan DPD II, yang telah memberikan dukungan kepada Bambang justru berbalik mendukung Erlangga.  

"Bagi kami ini adalah situasi yang harus dicermati kedua kubu calon ketua karena kita semua tahu dinamika di Partai Golkar itu sangat  luar biasa," jelas Edison.

"Kalau Erlangga mampu menjaga dinamika Munas Golkar 2019, Erlangga akan menjadi Ketua Umum dan dukungannya akan lebih besar," katanya.

"Akan tetapi bila Bambang mampu mengelola dinamika Munas Golkar, maka Bambang Soesatyo akan bisa membalikan keadaan dan bisa menjadi pemenang pada saat Munas nanti," paparnya.(RO/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More