Sabtu 30 November 2019, 00:40 WIB

Jateng Genjot Pariwisata dari Desa

Akhmad Safuan | Nusantara
Jateng Genjot Pariwisata dari Desa

MI/Akhmad Safuan
Pengunjung berwisata di wahana wisata alam Ondo Langit Bukit Gumuk Reco, Desa Wisata Sepakung, Banyubiru, Semarang, Jawa Tengah, kemarin.

 

JAWA Tengah terus berbenah untuk menarik kunjungan wisatawan yang pada 2020 ditargetkan sebanyak 58,5 juta orang. Revitalisasi destinasi wisata yang sudah ada, membangun destinasi wisata baru, hingga menggelar berbagai event terus dilakukan.

Kolaborasi untuk mencapai target tersebut dilakukan dari tingkat pemerintah desa hingga provinsi. Di tingkat desa, pengembangan wisata lebih banyak memanfaatkan dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat sejak 2015.

Semangat mengembangkan sektor wisata itu belakangan memunculkan banyak destinasi baru. Kehadirannya mampu mengisi kas desa sekaligus menumbuhkan ekonomi di perdesaan.

Di antaranya, pengembangan wisata yang dilakukan Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Semarang. Dari seluruh objek wisata yang ada di desa itu bisa terkumpul ratusan juta rupiah per bulan.

“Dari satu objek wisata Ondo Langit saja, desa memperoleh pendapatan Rp50 juta hingga Rp60 juta per bulan. Belum wahana wisata lainnya,” kata  Kepala Desa Sepakung Ahmad Nuri.

Selain di sekitar ibu kota pro-vinsi, pelosok daerah lainnya juga terus mengembangkan sektor yang kini tengah digandrungi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Blora berkoordinasi dengan pemerintah desa belakangan telah melahirkan 23 objek wisata baru dan pembenahan 20 objek wisata yang telah ada.

“Dengan revitalisasi objek wisata yang sudah ada dan munculnya berbagai objek wisata desa, diharapkan akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Blora, apalagi tahun depan Bandara Ngloram di Cepu juga akan beroperasi,” ujar Bupati Blora Djoko Nugroho.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah (Jateng) Sinoeng N Rachmadi optimistis target kunjungan 58,5 juta wisatawan yang terdiri atas 49,5 juta wisatawan domestik dan 900 ribu wisatawan mancanegara ke provinsi itu tercapai.

Di Kabupaten Banyumas sepanjang 2018-2019 tercatat ada sekitar 30 destinasi wisata baru. Destinasi baru itu umumnya merupakan wisata alam dan diinisiasi setiap desa yang memiliki potensi.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Banyumas Asis Kusumandani mengatakan, sekitar 30 destinasi wisata baru itu tersebar di sejumlah kecamatan.

“Sebagai destinasi wisata yang utama tetap Lokawisata Baturraden. Apalagi, tahun ini Baturraden menjadi juara II wisata terpopuler untuk kategori da-taran tinggi yang diselenggarakan Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif). Penghargaan itu telah diserahkan di Jakarta pada Jumat (22/11),” ujarnya.

Menurutnya, ada sejumlah desa di Banyumas yang mempunyai lebih dari satu destinasi wisata. Misalnya, Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, yang merupakan daerah penyangga Lokawisata Baturraden. Karangsalam yang awalnya menggarap Curug Telu dan Camp Area Umbul Bengkok (CAUB), belakangan mengembangkan wisata Taman Bambu serta Green Stone Waterfall.

Selain Karangsalam, desa lainnya seperti Desa Limpakuwus di Kecamatan Sumbang memiliki hutan pinus Limakuwus, kemudian Desa Ketenger di Kecamatan Baturraden mempunyai air terjun atau Curug Jenggala.

PAD Babel

Pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata di tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Bangka Belitung (Babel) dari tahun ke tahun juga terus meningkat. Menurut Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Belitung Rudi Mahardi, pada 2014 total PAD sektor pariwisata dari tujuh daerah tercatat Rp25,8 miliar, tapi pada 2018 melonjak hingga Rp58,3 miliar.

Ia menyebutkan, PAD pariwi-sata terbesar masih didominasi Belitung, yakni Rp21,1 miliar, kemudian Pangkalpinang Rp14,4 miliar, dan Bangka Tengah Rp11,5 miliar. (LD/RF/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More