Sabtu 30 November 2019, 01:00 WIB

Rute Cepat Utara-Pusat Kota Siap Operasi

Putri Anisa | Megapolitan
Rute Cepat Utara-Pusat Kota Siap Operasi

MI/ANDRI WIDIYANTO
Direktur Utama PT LRT Jakarta Wijanarko.

 

LINTAS Raya Terpadu (LRT) Jakarta akan segera beroperasi komersial 1 Desember mendatang. Operasi komersial dapat dilakukan setelah seluruh rangkaian izin operasional dapat diperoleh PT LRT Jakarta selaku operator. Lalu bagaimana persiapan pengoperasian LRT dan langkah selanjutnya? Berikut wawancara Media Indonesia dengan Direktur Utama PT LRT Jakarta Wijanarko, Jumat (29/11).

Bagaimana persiapan LRT Jakarta jelang operasional komersial pertama pada Minggu (1/12)?

Kita sudah persiapkan semuanya. Sebetulnya, saat uji publik pertama kali 11 Juni itu kita sudah settle semuanya. Hanya memang izin-izinnya belum. Lalu saat ini izin-izin semua sudah selesai, ­komplet. Seluruh izin kita kantongi pertengahan bulan ini.

Apa saja perizinan yang harus dilalui?

Izin sarana dan prasarana kereta dan infrastrukturnya. Semisal, kereta dan alat kelengkapannya, remnya, gasnya, apakah lancar. Kestabilan saat berjalan maupun saat statis. Juga bagaimana dengan jalur dan bentang jembatan rel.

LRT Jakarta baru memiliki panjang rute 5,6 km. Apa yang menjamin LRT akan diminati masyarakat setelah nantinya diterapkan tiket berbayar?

Selama uji publik ini respons dari masyarakat cukup positif. Jumlah penumpang sangat baik. Pada hari kerja rata-rata penumpang 7 ribu penumpang per hari dengan puncaknya 13 ribu penumpang per hari. Sementara di akhir pekan, jumlah penumpang sebanyak 9 ribu hingga 10 ribu per hari. Juga kami telah berintegrasi dengan Trans-Jakarta, tepatnya di halte Pemuda Rawamangun. Kami menawarkan rute yang cepat dari utara Jakarta menuju pusat kota cukup dengan 45 menit dan tarif Rp8.500.

Saat ini tarif Trans-Jakarta dengan LRT Jakarta belum dengan sistem paket. Apakah nantinya akan ada sistem paket untuk menarik minat masyarakat menggunakan LRT?

Tentu saja. Ke depan tarif paket tersebut menjadi salah satu langkah. Namun, hal itu bergantung pada kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai penentu tarif dan pemegang kebijakan. Kami hanya mengusulkan.

Apakah ada persiapan khusus mengenai tiket jelang penerapan komersial?

Untuk tiket, kami sediakan 60 ribu lembar sementara ini. Ini kan bergulir terus sehingga stoknya mencukupi.

Berapa kereta yang dipersiapkan LRT untuk pengoperasian komersial ini?

Sama seperti saat uji publik kami menyiapkan empat set dengan rincian satu set ada dua kereta. Sementara headway-nya masing-masing 10 menit.

Apakah akan ada penambahan set kereta saat penumpang mulai bertambah?

Tentu. Kami siapkan tambahan dua set jika melihat dinamika penumpang nantinya bertambah.

Bagaimana optimisme LRT terhadap peng­operasionalan komersial ini? ­Apakah yakin penumpang tidak menurun?

Iya yakin. Justru dari penumpang ini banyak menunggu-nunggu kapan akan komersial. Mereka tidak sabar. Sebab dari uji publik jalannya sudah mulus.

Apa saja jenis tiket yang bisa digunakan di LRT Jakarta?

Ada tiga jenis tiket, yakni tiket single trip dan multitrip serta ketiga adalah tiket dari uang elektronik yang dikeluarkan  bank konvensional. Untuk kartu single trip, berlaku selama tiga hari dengan nilai jaminan Rp15 ribu. Jadi, harga tiket single trip ialah Rp20 ribu ditambah tarif flat Rp5.000. Nilai ­jaminan bisa di-refund di stasiun selama batas waktu tiga hari. Sementara, untuk tiket multitrip ada nilai deposit Rp25 ribu dengan minimal saldo Rp 5ribu. Tiket multitrip ini tidak ada masa berlakunya.

Apakah ada batas waktu penggunaan tiket single trip?

Selain batas waktu pengembalian nilai jaminan tiket selama tiga hari tersebut, juga ada pembatasan waktu di dalam stasiun. Penumpang hanya diperbolehkan di dalam stasiun dalam keadaan telah tap in selama dua jam. Jika dilewati, penalti dengan nilai jaminan sebesar Rp15 ribu hangus.

Apa rencana PT LRT Jakarta ke depan?

Melanjutkan rute saat ini ke Jakarta International Stadium (JIS) dan Manggarai. Total panjang rute ini berikut yang sudah jadi 19,5km. (J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More