Jumat 29 November 2019, 23:20 WIB

Pencoretan Shafa Murni Didasari Raihan Prestasi

Ykb/R-1 | Olahraga
Pencoretan Shafa Murni Didasari Raihan Prestasi

Medcom.id
Pencoretan atlet senam dari Pelatnas didasari prestasi atlet menurun.

PENGURUS Besar Persatuan Senam Indonesia (PB Persani) menegaskan pencoretan Shalfa Avrila Siani dari pelatnas didasari prestasi atlet putri asal Kediri, Jawa Timur tersebut. Penegasan itu disampaikan Ketua Umum PB Persani Ita Yualita menanggapi kabar yang menyebut Shafa dicoret dari pelatnas karena alasan keperawanan.

“Keputusan diambil berdasarkan hasil kejurnas, promosi-degradasi, control training, dan performa atlet yang bersangkutan. Untuk Shalfa penurunannya cukup signifikan,” ujar Ita di Kantor Kemenpora, kemarin.

“Saya sudah tanya ke pelatih apakah ada persyaratan seperti itu? Kami yakin tidak ada karena bebe-rapa atlet juga sudah ada yang menikah,” imbuh Ita.

Pencoretan Shalfa dikatakannya betul-betul ­berdasarkan prestasi Shalfa yang ­menurun sejak tampil di Kejurnas Gimnastik, 1-4 November. Sebelumnya, Shalfa juga menggantikan Tasya yang cedera di kejuaraan dunia. Saat tampil Kejurnas, Shalfa hanya meraih ranking 37 (dari 42 nama).

Ia pun berharap skuat gimnastik di SEA Games 2019 tak terganggu dengan adanya polemik ini. “Saya minta tim senam bisa tetap fokus menjaga peluang meraih medali di Filipina,” ungkapnya.

Di sisi lain, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Gatot S Dewa Broto menyebut pemilihan dan pencoretan atlet menjadi hak penuh pengurus cabor. Hal itu didasari Peraturan Presiden No 95 Tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional.

Gatot juga menegaskan pencoretan Shalfa dari pelatnas senam dilandaskan aspek prestasi. “Seorang atlet, masih gadis atau tidak, itu bukan standar. Tidak ada alasan seperti itu. Kepada semua cabor untuk hati-hati seandainya ada pencoretan (atlet) karena tingkat kegaduhannya sangat tinggi sekali. Jika pun ada pencoretan, harus objektif (alasannya),” ucapnya. (Ykb/R-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More