Jumat 29 November 2019, 21:00 WIB

Ketua MK Berharap Unika Santo Paulus Ruteng Miliki Prodi Hukum

Yohanes Manasye | Nusantara
Ketua MK Berharap Unika Santo Paulus Ruteng Miliki Prodi Hukum

MI/Yohanes
Penandatnganan MoU antara Mahkamah Konstitusi, Komisi Informasi Pusat, dan Unika Santo Paulus Ruteng, Jumat (29/11).

 

KETUA Mahkamah Konstitusi Anwar Usman berharap Universitas Katolik (Unika) Santo Paulus Ruteng segera Fakultas Hukum. Ia berharap, Fakultas Hukum di kampus tersebut sudah berjalan sebelum dirinya berhenti menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi.

"Paling tidak sebelum berhenti dari MK, Fakultas Hukum sudah jadi. Dan insya Allah, Pak Sekjen dengan saya hadir saat peresmian," ujar Anwar di kampus tersebut, Jumat (29/11) malam.

Ia juga berharap, Fakultas Hukum kampus tersebut kelak melahirkan pejuang-pejuang konstitusi hingga menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi.
Sekjen MK Guntur Hamzah menambahkan, MK dengan senang hati memberikan rekomendasi jika suatu saat kampus tersebut membutuhkan rekomendasi MK untuk menyelenggarakan Fakultas Hukum.

"Tentu MK dengan senang hati, kalau Pak Rektor meminta rekomendasi dari MK. Tentu kami nanti akan memberikan rekomendasi. Ruteng ini belum ada fakultas hukum," ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unika Santo Paulus Ruteng, Yohanes Servatius Lon, menyampaikan niatnya untuk menyelenggarakan Fakultas Hukum. Ia berharap bisa dibantu oleh MK agar pada 2020 nanti Fakultas Hukum sudah berjalan di kampus tersebut.

"Universitas ini belum mempunyai Fakultas Hukum. Semoga dengan kerja sama ini, kami berharap agar MK menfasitasi kami agar proses perizinan cepat, sehingga tahun akademik 2020 nanti Fakultas Hukum sudah bisa dibuka di Universitas ini," harap Yohanes.


Baca juga:  Kapolda Kaltim Kukuhkan Polres Balikpapan Jadi Polresta


Ketua MK, Sekjen MK, Hakim MK, serta Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Gede Narayana, bersama Ketua Bidang Penelitian dan Dokumentasi KIP Romanus Ndau Lendong, hadir di Kampus Unika Santo Paulus Ruteng untuk serangkaian kegiatan yang diselenggarakan bersama antara kampus dan kedua lembaga negara itu.

Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni penandatanganan nota kesepahaman untuk menjadikan kampus itu sebagai Friends of the Court MK atau Sahabat MK. Unika Santo Paulus Ruteng merupakan satu-satunya kampus swasta di NTT yang terpilih sebagai Sahabat MK.

Unika Santo Paulus Ruteng terpilih menjadi Sahabat MK karena dipandang mampu menjadi mitra MK dalam mendekatkan pelayanan hukum kepada masyarakat. Dengan adanya MoU tersebut, maka Unika Santo Paulus Ruteng akan menyediakan tempat sebagai Pojok MK.

Pojok MK akan dilengkapi dengan fasilitas video conference yang terkoneksi ke Mahkamah Konstitusi. Fasilitas tersebut dimaksudkan untuk mempermudah sidang jika MK membutuhkan saksi yang berada di wilayah itu. Selain itu, pojok MK akan meyediakan layanan informasi terkait MK dan konstitusi.

"Untuk itu di tempat ini akan mempunyai tempat Pojok MK sebagai tempat terdekat untuk layanan informasi MK. Jadi masyarakat yang ingin tahu tentang MK bisa datang ke tempat ini," kata Guntur. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More