Jumat 29 November 2019, 20:44 WIB

KPU : Pilpres Langsung Dongkrak Indeks Demokrasi Indonesia

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
KPU : Pilpres Langsung Dongkrak Indeks Demokrasi Indonesia

MI/Insi Nantika Jelita
Ketua KPU Arief Budiman di KPU Jawa Tengah

 

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menegaskan, pelaksanaan pemilihan umum presiden (Pilpres) secara langsung merupakan barometer pelaksanaan demokrasi suatu negara.

Karena praktek itulah, Indonesia menjadi negara dengan indeks demokrasi yang baik bila dilihat dari kualitas penyelenggaraan Pilpres secara langsung sejak 2004.

"Kita ini sudah membangun tumbuhnya demokrasi dengan luarbiasa, dengan energi, tenaga, waktu yang kita keluarkan lama. Saya sampaikan, sampai dengan titik saat ini saat kecendrungan praktek demokrasi di banyak negara cendrung menurun," kata Arief usai Rapat Koordinasi KPU Jawa Tengah di Java Heritage Hotel, Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat (29/11).

"Indonesia malah tidak menurun. Indonesia malah menunjukan hasil yang progresif, hasil yang positif gitu loh. Itu kan sebenarnya kita berhasil menyelenggarakan (pemilu)," imbuhnya.

Baca juga : KPU Klaim e-rekap Hemat Anggaran dan Ramah Lingkungan

Terkait adanya wacana mengembalikan pemilihan presiden lewat MPR, Arief menegaskan, tak mau ikut berpolemik terhadap wacana tersebut. Ia mengaku, jajajrannya tetap mempersiapkan diri untuk menggelar pemilu sesuai dengan yang itugaskan oleh undang-undang.

"KPU sampai hari ini siap menyelenggarakan pemilu secara langsung. KPU enggak berandai-andai. Intinya KPU siap menyelenggarakan pemilu secara langsung," tegasnya.

KPU, kata Arief, tidak menentukan apakah sistem pemilu atau pilpres nantinya apakah dilakukan secara langsung atau tidak. Ia menyerahkan sepenuhnya putusan itu kepada pemerintah dan DPR.

Diketahui, PBNU merekomendasikan pemilihan presiden dan wakil presiden kembali dipilih MPR. Hal itu disampaikan Ketua MPR Bambang Soesatyo seusai bertemu Ketua PBNU Said Aqil Siroj di Kantor PBNU, Rabu (27/11) lalu. (OL-7)

Baca Juga

Antara

Triyono Martanto Jadi Calon Tunggal Hakim Agung

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 26 November 2020, 21:25 WIB
Menurutnya, calon dari unsur akademisi gagal lolos lantaran dinilai kurang menguasai teknis...
Ilustrasi

ICW Apresiasi Kasus Edhy Prabowo, Pertanyakan Harun Masiku

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 26 November 2020, 20:33 WIB
"ICW mempertanyakan kenapa aktor selevel menteri dapat ditangkap KPK sedangkan Harun Masiku tidak," kata peneliti ICW Kurnia...
Antara

Forum Santri Nasional Tunggu Klarifikasi Ferdinand Hutahaen

👤Irvan Sihombing 🕔Kamis 26 November 2020, 20:22 WIB
RAIS Aam Forum Santri Nasional (FSN) Arif Rahmansyah Marbun mendesak mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean meminta maaf...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya