Sabtu 30 November 2019, 08:00 WIB

Bakti Fajar Paper di Pendidikan untuk Negeri

mediaindonesia.com | Humaniora
Bakti Fajar Paper di Pendidikan untuk Negeri

DOK FAJAR PAPER

 

Pendidikan merupakan kunci bagi suatu bangsa untuk berkembang menuju level yang lebih tinggi. Untuk itu dibutuhkan sistem serta dukungan sarana prasarana yang baik untuk menciptakan ekosistem belajar yang kondusif.

Apalagi pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin sekarang memfokuskan pada penciptaan sumber daya manusia yang unggul untuk memajukan Indonesia. Akan tetapi, upaya memajukan dunia pendidikan bukan tanggung jawab pemerintah semata, melainkan juga seluruh elemen bangsa Indonesia, baik perorangan maupun dunia usaha.

Atas dasar itulah PT Fajar Surya Wisesa atau yang lebih dikenal dengan Fajar Paper ikut ambil bagian dalam membangun pendidikan yang lebih baik lagi. Salah satunya diwujudkan Fajar Paper melalui program corporate social responsibility (CSR).

Sebanyak empat sekolah yang berada di wilayah perusahaan Fajar Paper di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memperoleh bantuan renovasi sekolah. Untuk renovasi sekolah pada tahun ini, Fajar Paper mengalokasikan dana setidaknya Rp5 miliar.

Jumlah tersebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya di 2018 yang mencapai Rp4,6 miliar dan 2017 sebesar Rp2,5 miliar. Setidaknya 20 sekolah dan 1 yayasan yang memperoleh bantuan sejauh ini.

Hal tersebut memberikan manfaat kepada lebih dari 15 ribu siswa, termasuk fasilitas lapangan olahraga, perpustakaan, dan sarana tempat
ibadah di lingkungan sekolah. Kepala Pelaksana CSR Fajar Paper, Kurniawan, mengatakan, kepedulian di bidang pendidikan merupakan bagian dari komitmen perusahaan mencerdaskan bangsa. Kepedulian tersebut terus dipupuk dalam beberapa tahun terakhir lewat komitmen segenap jajaran direksi Fajar Paper.

"Jajaran top management kami sudah memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan sejak beberapa tahun lalu. Kami melihat di wilayah yang jauh dari pusat kota masih banyak yang membutuhkan bantuan. Di sini perusahaan kami hadir sebagai wujud tanggung jawab sosial," ujar
Kurniawan di lokasi peresmian renovasi dan pembangunan sekolah itu, belum lama ini.

Ia berharap bantuan yang diberikan Fajar Paper kepada sekolah di Kabupaten Bekasi, khususnya di tingkat dasar, mampu memberikan suntikan semangat baru bagi siswa, guru, serta kegiatan belajar dan mengajar. Ke depan, mereka diharapkan dapat menggapai cita-cita dan meningkatkan taraf hidup.

"Program CSR renovasi sekolah menjadi bukti kepedulian perusahaan kami terhadap dunia pendidikan, khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi. Sebelumnya, pada tahun 2018 Fajar Paper sudah merenovasi empat sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi dan peresmian renovasi tersebut dilakukan secara simbolis di SDN Sukajaya 04, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Empat sekolah yang diresmikan ialah SDN Sukajaya 04, SDN Kalijaya 07, SDN Harjamekar 02, dan Yayasan As-Syadziliyah. Mereka mendapatkan bantuan berupa renovasi ruang kelas dan penyediaan sarana-prasarana di lingkungan sekolah untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar. Pada tahun 2019 Program renovasi sekolah masih berlanjut dengan merenovasi tujuh sekolah yang berada di wilayah Cikarang - Bekasi, Jawa Barat," ujar Kurniawan.

"Saya mewakili pimpinan dan segenap jajaran manajemen PT Fajar Surya Wisesa Tbk meresmikan SDN Telaga Murni 03, SDN Kalijaya 01 & 09, SDN Kalijaya 05, SDN Harjamekar 01 & 04, SDN Sukamanah 03, SMPN 04 Cikarang Barat, dan SMKN 02 Cikarang Barat yang sudah selesai direnovasi," imbuh Kurniawan.

Ia berharap dengan bantuan renovasi itu, siswa-siswi akan lebih nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran. Guru-guru pun lebih semangat lagi dalam proses mengajar sehingga melahirkan lebih banyak lagi generasi penerus bangsa yang berkompeten, khususnya di wilayah Cikarang dan Kabupaten Bekasi.

Selain gedung sekolah, pihaknya juga mendirikan fasilitas pendukung di sekolah tersebut, seperti fasilitas mandi cuci kakus (MCK), musala, dan gedung perpustakaan. Diharapkan dengan keberadaan gedung perpustakaan, minat baca siswa meningkat sehingga menambah pengetahuan dan mengangkat prestasi siswa. Begitu juga fasilitas musala di setiap sekolah. Kehadiran musala diharapkan dapat menjaga dan memelihara akhlak para siswa yang berada di semua sekolah tersebut.

Kepala Sekolah SDN Telaga Murni 03, H Sukardi, menyampaikan rasa terima kasih kepada Fajar Paper yang sudah membangun dan merenovasi sekolah. Jika dulu sekolah dilanda banjir ketika hujan, sekarang menjadi lapangan olahraga yang sangat bermanfaat dan tidak banjir lagi.

Yang dulunya berupa kebon tidak terurus, sekarang menjadi musala dan perpustakaan yang dulunya bangunan sekolah banyak yang rusak sekarang sudah bagus dan nyaman untuk proses belajar mengajar Apresiasi juga diberikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi,
Carwinda, kepada perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kertas kemasan tersebut.

"Yang pasti, kami dari dinas pendidikan sangat berharap program ini menjadi contoh bagi perusahaan yang ada di wilayah kawasan maupun di luar kawasan industri Kabupaten Bekasi, agar membantu masyarakat Bekasi, khususnya dalam memajukan dunia pendidikan di
Kabupaten Bekasi," ujarnya.

Paket bantuan
Selain membangun gedung dan fasilitas pendukung pembelajaran, Fajar Paper juga membagikan pendukung pembelajaran. Ini berupa buku dan alat tulis dengan jumlah total 20 ribu paket untuk murid-murid sekolah dasar yang berada di beberapa desa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, serta 800 guru.

Sejumlah desa tersebut di antaranya Kalijaya, Sukajaya, Sukadanau, Suka Asih, Sukadarma, Sukamanah, Sukamulya, Harjamekar, Tanjung Sari, Pasir Gombong, Karang Asih, Sukawijaya, dan Cikarang Kota. Sekolah dasar yang dibantu di keseluruhan desa itu mencapai 51 unit.

Paket bantuan tersebut rutin diberikan Fajar Paper setiap tahub dengan nilai hingga Rp500 juta. Paket bantuan tersebut terdiri dari 100 ribu
buku tulis, 20 ribu set alat tulis, serta seragam guru.

Untuk program serupa pada 2019, Fajar Paper juga telah membagikan paket buku dan alat tulis dengan jumlah yang sama dan tersebar di enam kecamatan. Pelaksanaan distribusi paket buku dan alat tulis itu dilakukan pada rentang waktu 18-23 Juli 2019.

"Bantuan ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dan kepedulian perusahaan di bidang pendidikan, terutama dalam keadaan menghadapi situasi ekonomi sulit seperti saat ini," tutur Kurniawan.

Selain paket buku dan alat tulis, Fajar Paper juga memberikan bantuan meja dan kursi bagi SDN Telaga Murni 03 yang terdiri dari 340 meja dan 680 kursi. Fasilitas serupa juga diberikan kepada SDN Pantai Bhakti 02 sebanyak 40 meja dan 80 kursi.

Lebih lanjut Fajar Paper juga berkontribusi dalam membantu biaya pendidikan kepada  Vokasi ATMI (Akademi Teknik Mesin Industri). Beasiswa ini diberikan kepada 10 siswa terpilih untuk mendapatkan pendidikan vokasi, khususnya teknik mesin selama 1 tahun.

Selain memberikan beasiswa, para siswa yang terpilih yang telah menyelesaikan pendidikan juga memiliki kesempatan kerja di Fajar Paper.
Nilai program ini pun meningkat dari tahun sebelumnya yakni pada 2018 sekitar Rp700 juta dan 2019 mencapai Rp1 miliar.

Beasiswa juga diberikan kepada anak anak karyawan yang berprestasi. Beasiswa tersebut setiap tahun diberikan kepada 200 anak karyawan yang berprestasi dari tingkatan SD hingga universitas. Fajar Paper pun meng­anggarkan hingga Rp400 juta untuk program tersebut pada 2019 yang tahun sebelumnya sebesar Rp350 juta.

Di tengah perkembangan digital, Fajar Paper juga ikut menyumbang fasilitas pendidikan berupa komputer. Setidaknya 30 unit senilai Rp230
juta diserahkan kepada SMKN 2 Cikarang Barat.   

Bidang pendidikan merupakan salah satu aspek CSR yang dilakukan Fajar Paper. Selain program bidang pendidikan, masih ada program kegiatan lain yang dilakukan oleh Fajar Paper sebagai bentuk dari tanggung jawab sosial perusahaan.

Kegiatan itu sejatinya mencakup pula bidang sosial kemanusiaan, sosial keagamaan, dan sosial kemasyarakatan. Programnya berupa zakat fitrah, bantuan hewan kurban, penghijauan, donor darah, bantuan sembako, bantuan kepada korban bencana alam, santunan anak yatim piatu, dan lainnya. (Dro/S3-25)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More