Jumat 29 November 2019, 09:00 WIB

Kemensos Komitmen Libatkan Disabilitas dalam Pembangunan

mediaindonesia.com | Humaniora
Kemensos Komitmen Libatkan Disabilitas dalam Pembangunan

DOK KEMENSOS
Sekjen Kemensos Hartono Laras (ketiga dari kanan).

 

Pemerintah dalam hal ini diwakili Kementrian Sosial memiliki komitmen yang tinggi dalam mewujudkan penghormatan, pemajuan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas. Hal itu akan tecermin dalam implementasi regulasi pemerintah di masyarakat luas nantinya.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono Laras saat pembukaan acara Hari Disabilitas Nasional di Gedung Aneka Bakti Kemensos, Jakarta, Kamis (28/11).

"Komitmen kami, penyandang disabilitas dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan dengan kompetensi dan keahlian yang dimiliki, sebagai sumber daya manusia yang unggul," kata Hartono.

Komitmen dari pemerintah tersebut, kata Hartono, juga didukung dengan komitmen dari teman-teman penyandang disabilitas yang tergabung dalam organisasi penyandang disabilitas.

"Forum seperti ini akan menjadi media yang sangat penting dalam menyepakati tindak lanjut dan implementasi dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 yang telah terbit melalui PP 52 tahun 2019 dan PP 72 tahun 2019," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos Margowiyono mengungkapkan, pihaknya mengajak semua sektor untuk bersama memberikan peluang bagi penyandang disabilitas untuk berkembang.

"Saya mengajak semua sektor untuk selalu bekerjasama dan membuka peluang yang diperlukan untuk mempercepat pemenuhan hak penyandang disabilitas. Marilah kita curahkan semua buah pikiran/gagasan serta pengalaman-pengalaman kita agar menjadi kontribusi positif," ujarnya.

Untuk diketahui, HDI Nasional 2019 mengusung tema 'Indonesia Inklusi, Disabilitas Unggul'. Adapun, rangkaian acara digelar mulai Kamis (28/11) hingga 3 Desember mendatang. (Ata/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More