Rabu 27 November 2019, 20:15 WIB

Xynexis International Raih Top Digital Awards 2019

Deri Dahuri | Teknologi
Xynexis International Raih Top Digital Awards 2019

Istimewa
CEO PT Xynexis Internasional. Eva Noor memegang penghargaan Top Digital Award 2019.

SETIAP tahun berturut turut PT.Xynexis International berhasil memperoleh penghargaan bergengsi dibidang IT Teknologi dalam negeri dan luar negeri.

Ssebuah prestasi yang cukup membanggakan bagi perusahaan yang telah berkecimpung selama 14 tahun dalam bisnis IT khususnya pengembangan sistem siber sekuriti  Indonesia.

Prestasi tersebut patut  diapresiasi oleh masyarakat pengguna, baik korporasi maupun instansi pemerintah.

Pada 2018, Xynexis memperoleh penghargaan Top Local Bussines Solution dalam ajang award Top IT & Telco, yang digelar Majalah It Works di Jakarta. Pada Agustus 2019, Xynexis juga meriah Asia's Business Leader of the Year Awards 2019 di Singapura.

Pada ajang Asia's Business Leader of the Year Awards  tersebut panitia melihat dan memilih perusahaan yang memiliki kekuatan, inovasi, dan visi ke masa depan yang bisa memberikan perubahan positif di perusahaan yang berkembang di Asia.

“Suatu kebanggaan tersendiri yang Saya rasakan tentunya, di mana hasil kerja keras team Xynexis ternyata dilihat publik dan diapresiasi banyak orang.serta kepercayaan yang sudah di berikan publik,” Eva Noor, selaku CEO PT Xynexis Internasional.

“Tentu ini menjadi sebuah acuan di mana Xynexis selama ini selalu menjaga kualitas (core value) menjadi hal yang dijunjung tinggi dan nomer satu dalam berbisnis,”  tambah Eva seraya menambahkan bahwa penghargaan yang diraihnya adalah kedua  kalinya di acara Top Digital Awards 2019 di Golden Ballroom, The Sultan Hotel Jakarta, Rabu (27/11). 

Sementara itu, M. Lutfi Handayani, MM, MBA, Ketua Penyelenggara Top Digital Awards 2019 sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah It Works dan portal berita itworks.id menjelaskan,  acara yang digelar  bukan sekedar ajang penghargaan semata, namun ada aspek pembelajarannya bagi peserta.

“Saat mengikuti tahapan wawancara penjurian, di mana peserta melakukan presentasi dan tanya jawab di hadapan dewan juri Top Digital Awards 2019, ada sesi nilai tambah,” jelas M.Luthfi.

“Dalam sesi ini, dewan juri memberikan masukan dan saran serta rekomendasi kepada para peserta, tentang pengembangan solusi TI dan transformasi digital yang perlu mereka lakukan kedepan,” tambah M. Lutfi.

Pada acara Top Digital Awards 2019, Prof. Dr.Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng., atau yang akrab dipanggil Prof. Muli, selaku ketua dewan juri acara mengaku ada  beberapa temuan penting  terkait implementasi TI dan transformasi digital dari para peserta.

IT Security, masih belum menjadi prioritas sebagian peserta. Serangan terhadap keamanan sistem IT harus diwaspadai. Aktivitas operasional kita jangan sampai terganggu atau bahkan berhenti, hanya karena sistema keamanan IT kita masih lemah,” kata Prof Muli.

Sementara itu, Kepala Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN), Hinsa Siburian mengajak semua pihak untuk membangun kapasitas dan kapabilitas serta berkolaborasi dalam menghadapi ancaman siber, demi mewujudkan dunia siber dan aman.

Pada kesempatan yang sama, Eva Noor menjelaskan bahwa teknologi informasi merupakan salah satu pendorong transformasi digital, dan data telah menjadi aset utama dalam ekonomi digital akan tetapi disisi lain bisa menjadi target untuk peretas.

“Sekarang ini Kita hidup di dunia yang sangat terhubung atau hyper connected, ini juga terjadi di dunia bisnis dan perdagangan sudah tidak bisa di hindari,” ujar Eva.

Sementara dunia yang hyper connected, menurut Eva, membuka banyak peluang bagi konsumen, pedagang, bank dan juga penjahat dunia maya.  Penjahat dunia maya juga akan selalu mencari kerentanan di jaringan digital untuk mendapatkan uang.

“Garda pertahanan terdepan perusahaan untuk menjaga risiko tersebut adalah sumber daya manusia (SDM). Sekarang ini yang dihadapi dunia industri adalah kekurangan talenta di siber sekuriti, serta jenjang karir dan juga apresiasi yang masih kurang dari  manajemen,” paparnya.

“Teknologi sangat cepat sekali berkembang jika mereka bisa sejak awal bisa mempelajarinya langsung di industri, tentu akan dengan sendirinya memperkecil skill gap,” ujar Eva. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More